Hakikat Hijrah Yaitu Hijrah Dari Maksiat Pada Allah Kepada Menta'atiNya...Ingatlah, Bahwa Maksiat Yang Paling Besar Adalah Syirik, Dan Keta'atan Yang Paling Agung adalah Bertauhid Pada Allah 'Azza Wajalla...Maka Oleh Karena Itu Bertauhidlah Kepada Allah Semata Dan Jauhilah Segala Bentuk Kesyirikan DAURAH QUBRA SEPUTAR 143 Permasalahan Puasa Dan I'tikaf Kontak Person: 085237021944

Jadwal Shalat

Radio Jihad On Line Perhatikan Waktu Shalatmu Saudaraku...Jika Waktu Shalat Tiba, Cari masjid Yang Terdekat Dengan Anda..Tunaikan Segera dan Jangan Di Tunda-tunda!!!
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Maret 2014

Hukum Menjadi Anggota Parlemen




ALASAN KENAPA MENJADI ANGGOTA PARLEMEN DIHARAMKAN???
Filenya disini Download
Part 1
Fitnah kontemporer semakin tersebar diseluruh penjuru dunia, itulah fitnah demokrasi dan mengagungkanya. fitnah merubah hukum Allah dan menghinakannya dengan menyingkirkan dan tidak diberlakukan kepada ummat Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam.
Dengan sudah dirubahnya oleh orang-orang kafir dan munafik hukum dalam satu sistim Negara, maka mereka dengan mudah menghancurkan islam dan kaum muslimin. mereka berhasil menanamkan dalam pikiran-pikiran kaum muslimin, bahwa hukum demokrasi inilah yang sangat cocok dengan zaman sekarang, dan adapun hukum islam sudah tidak level lagi dengan dunia modern ini.
hilangnya hukum islam, maka hilanglah syari'at jihad dan sebagainya. hukum yang dibuat oleh akal-akal sampah manusia yang diberlakukan. adapun hukum Allah hanya tinggal tulisan yang berbentuk Al-qur'an. dibaca tidak untuk diamalkan, dilihat tidak untuk diterapkan.

Mengenal Jati Diri PKS

Hendaknya partai itu bermuhasabah....memperbaiki lg niat utk berjuang betul2 karena Allah...tidak menghalalkan segala cara utk meraih kekuasaan...

Antara PKS dan Syari'at Islam

PKS sudah sangat jauh dari manhaj yang benar....tujuan perjungan yg tidak berujung pada penegakkan islam secara utuh,
malah dengan santai duduk2 dengan musuh2 Allah yang telah merubah hukum Allah, Allah musta'an.

Tapi anehnya, mereka masih terus berdalih membela diri dihadapan ummat, mengatakan mereka akan mendirikan syari'at Allah. tapi ketika ditanya: secara utuh? mereka dengan lemas menjawab, dan membelokkan pertanyaan, hukum islam itu bukan potong tangan saja, atau qisos saja dan sebagainya.

PELAKU TAHLILAN, KAFIR ATAU TIDAK?

PELAKU TAHLILAN, KAFIR ATAU NGGAK????????
------------------------------

Masya Allah...sungguh perdebatan yang sulit di kompromikan..karena masing2 mempertahankan argumen masing2....tapi bagaimanapun, kebenaran tetaplah kebenaran....kita wajib ungkapkan....

Betul, bahwa tahlilan adalah dari ajaran nasrani, dan itu termasuk syi'ar mereka...maka perbuatan ini adalah bid'ah mungkarah...
Akan tetapi masalah pelakunya kafir atau tidak? kita tdk bs menghukuminya secara umum dan merata....kita lihat sesuai dengan bentuk perayaan mereka...

Jika perayaannya hanya sebagai rasa sedih, dan untuk menghibur diri serta tdk ada unsur2 kekafiran yang akan dilakukan atau di yakini didalamnya, maka hukumnya hanya bid'ah biasa....

Tapi jika ada unsur2 kekafiran seperti meyakini roh mayat tdk akan pergi dr tempat meninggalnya sampai 100 hari atau sampai waktu tertentu maka itu keyakinan syirik yang mengandung kafir
Atau jika meyakini bahwa roh mayat akan merasa disakiti jika digulung kasur tidurnya selama 7 hari awal kematiannya....maka itu juga keyakinan yang mengandung syirik...tentu pelakunya adalah kafir.

Tapi jika tdk ada keyakinan2 seperti itu, maka tidak kafir.....hanya sebatas bid'ah mungkarah...seperti seorang melakukan tahlil selama 7 hari, mengisinya dengan pengajian, atau ngaji selama 7 hari, dan hal2 yang serupa dengan itu yang belum pernah dicontohkan oleh rasul kita dan para sahabatnya

Makan di tempat tahlilan dari hasil harta mayat atau ahli waris adalah bid'ah, karena sunnahnya adalah yang menta'ziah dianjurkan membawa makanan, untuk tamu2 si keluarga mayat

Akan tetapi zaman sekarang, pergi ta'ziah, msh bs bercanda ria dirumah yang tekena musibah, cerita2 masalah dunia, bahkan maslah politik demokrasi kafir..na'udzu billah.

Seharusnya org yang ta'ziah itu adalah mereka membawa makanan, mendoakan si mayat, menghibur ahli waris...itulah sunnah rasulullah shollalalahu alaihi wasallam...kalau mau bicara yang lain atau diskusi masalah dunia silakan diluar ta'ziah....wallahu a'lam

Kamis, 07 November 2013

Memahami Hakikat Tahun Baru Hijriyah (Edisi 2)

Kedua: Bertaubat Dari Segala Dosa Yang Pernah Diperbuat.
Ini adalah salah satu makna hijrah yang paling agung, yaitu berhijrah dari bermaksiat  kepada Allah menuju keta'atan kepadaNya. Dan adapun maksiat yang paling besar adalah syirik, Allah Subuhanahu Wata'ala Telah Berfirman:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لاِبْنِهِ وَهُوَيَعِظُهُ يَابُنَيَّ لاَتُشْرِكْ بِاللهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيْمٌ  
  Artinya: Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."  (Q.S Luqman ayat 13)
Allah Subuhanahu Wata'ala juga Telah Berfirman:
 وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا
Artinya: Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (Q.S A-nisa ayat 48)
Maka siapapun yang telah melakukan kesyirikan harus segera bertaubat pada Allah, segera hijrah kepada Allah 'azza wajalla dengan cara meninggalkan kesyirikanya serta menggantinya dengan ibadah dan taat pada Allah semata. Sekalipun Allah Subuhanahu Wata'ala Telah Berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا

Memahami Hakikat Tahun Baru Hijriyah (Edisi 1)


Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa kita sudah berada di tahun yang ke 1435 H. berlalunya waktu bukan bertambahnya umur, akan tetapi umur kita semakin berkurang. berputarnya waktu adalah semakin dekatnya zaman dengan hari yang telah ditentukan Allah yaitu hari kiamat.
Maka oleh karena itu, sepatutnya sebagai seorang muslim, untuk bisa mengambil hikmah dari segala yang telah terjadi, merenungi segala maksiat yang sempat mengotori jiwa. bertaubat kepada Allah sedini mungkin dan menigkatkan ketakwaan serta ketaatan pada Allah Rabbul 'izzati.
Disini kami akan menjelaskan seputar  " Manhaj Umat Muhammad Shollallahu 'Alaihiwasallam Didalam Menyikapi Tahun Baru Hijriyah " akan tetapi, kami akan menceritakan terlebih dahulu sejarah hijrah Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam:
-          Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam keluar rumah dan pergi menuju rumah Abu Bakar Radhiyallahu 'Anhu dan kemudian mereka berdua melompat keluar melalui jendela belakang rumah dan melarikan diri di kegelapan malam sebagaimana telah direncanakan. mereka menempuh jarak lebih-kurang 7.5 Km menuju sebuah goa yang dikenal dengan sebutan “Goa Tsur”.

Senin, 29 April 2013

Bunuh Siapapun Yang Mengejek, Menghina Dan Mempermainkan Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam

(catatan Hikmah ibnu az-zira di 14 September 2012 pukul 17:40)
------------------------------------------------------
  Hari-hari ini, dunia  sedang dihebohkan oleh berita film yang mengandung penghinaan terhadap Rasulullah Shollallahu ‘alaihi wasallam.
Sungguh ini bukan pertama kali yang dilakukan oleh amerika dan musuh-musuh islam. Mereka akan selalu berbuat seperti itu, dan tiada mereka lakukan semua itu kecuali agar kaum muslimin membenci agamanya kemudian keluar dan meninggalkan agama islam.

Minggu, 21 April 2013

Menciptakan Generasi Tangguh Dengan Mengaplikasikan Aqidah Wala’ Dan Bara’


Definisi al-wala' wal bara'
            Wala' adalah kata mashdar dari fi'il "waliya" yang artinya dekat. Yang dimaksud dengan wala' di sini adalah dekat kepada kaum muslimin dengan mencintai mereka, membantu dan menolong mereka atas musuh-musuh mereka dan bertempat tinggal bersama mereka.
Sedangkan bara' adalah mashdar dari bara'ah yang berarti memutus atau memotong. Maksudnya di sini ialah memutus hubungan atau ikatan hati dengan orang-orang kafir, sehingga tidak lagi mencintai mereka, membantu dan menolong mereka serta tidak tinggal bersama mereka.

Senin, 16 April 2012

HUKUM MERAYAKAN TAHUN BARU

   Karya : Abu Mu’tashim Ibnu Utsman Az-zira

HUKUM MERAYAKAN TAHUN BARU

haram bg yg mengatakan  drx muslim utk merayakan thn br..krn i2 adalah trmasuk perayaan org2 kafir.rasulullah kt tlh melarang utk menyerupai mrk.baik i2 penyerupaan dlm pakaian, tingkah laku, bhs dan ttr kata.jg dlm mslh perayaan. Islam tdk pernah mengenal yg namax hari raya thn br.

Hari raya thn br adalah brsumber dr org2 kfir yg trlaknat.lalu apa anda rela ikut brbhagia dgn musuh2 allah? Apa anda rela brsenang2 dgn syetan yg tlh membunuh saudara2 anda dipalestina dan filifina, irak dan sbgaix? Dm zat allah yg mh tinggi.

Tdk layak bg org muslim utk merayakan thn br dgn org2 kafir yg mendustakan  lquran,rasulullah dan agama islam. Wahai kaum muslim,tdk blh bg kt utk memberikan hadiah, atau meliburkan pekerjaan,atau melakukan hal apapun dlm rangka perayaan thn br.

Maka tktlah pd allah yg maha mengazb hmb2x yg ingkar trhdp ayat2x. Rasulullah tdk pernah merayakan thn br, jg tdk para shbt. Atau para ulama kt. Oleh krn i2 rasulullah menyuruh utk tdk menyerupai mrk. Bliau  menyuruh menyelisihi mrk.. Jika anda umat muhammad shollallahu alaihi wa sallam mk jgnlah rela utk merayakan hr thn br.apalagi dgn hal2 yg maksiat

saudara dan udariku seiman...imam as-syingkithi berkata ketika menjelaskan hadits umar bin khattab itu... maksud dari innamal a'malu binniyat adalah dalam hal yang baik dan disyariatkan allah...

beliau juga berkata: tidak akan sah iman seseorang jika tidak memenuhi dua syarat: ikhlas karena allah dan mengikuti sunnah rasulullah...

jika salah satu rukun dari dua rukun itu tidak terpenuhi maka batallah satu amal dan amal itu dinamakan dengan mardud yaitu tidk akan terkabul disisi allah.

seorang beramal sesuai dengan syariat allah dan rasulnya tapi tidak ikhlas maka dinamakan riya.

seorang beramal dengan ikhlas tapi menyelisihi sunnah rasulullah atau syari'at islam maka itu namanya bid'ah

jadi, amal itu harus memenuihi du syarat itu yaitu ikhlas karena allah dan ittiba'u sunnah

dalam sunnan addarimi diriwayatkan sebuah atsar...suatu saat abu musa al asy'ari melewati satu mesjid dan menemukan sekelompok muslim berzikir dipimpin satu orang kemudian jama'ah mengikutinya...

abu musapun pergi melaporkan itu kepada anas bin malik..lalu mereka berdua pergi ketempat itu sedangkan ditangan anas bin malaik memegang sebuah tongkat. beliau berkata: apa yang kalian lakuakan...mereka menjawab..kami berzikir....anas bin malik berkata lagi... rasulullah dan para sahabat beliau tidak pernah melakukan model zikir seperti ini...
silakan kalian bubar atau saya akan memukul kalian dengan tongkat ini..
mereka menjawab..wahai anas bin malik apa kamu memukul kami yang berzikir kepada allah? beliau menjawab.. aku memukul kalian bukan karena kalian zikir akan tetapi karena kalian menyelisihi sunnah rasulullah
kemudian anan bin malik berkata: berapa banyak yang mennginginkan kebaikan tapi tidak mendapatkan ganjaranya"

subuhanallah wahai saudara2ku seiman....kalau sj itu zikir untuk mengingat allah dilakukan denbgan cara yang meyelisihi islam...lalu bagaimana dengan tahun baru yang jelas2 bersumber dari orang2 kafir....???????

dalil apakah yang akan kita ajukan dihadapan allah nanti untuk membela diri kita terhadap perbuatan2 seperti itu? padahal telah sepakat para ulama kita sejak rasulullah sampai masa kini akan haramnya merayakan tahun baru, hari natal, dan hari2 raya orang2 kafir lainya....na'udzubillah dari azab allah disebabkan kejahilan atau keingkaran terhadap sunnah rasulullah shollallahu 'alaihi wasallam...

semoga allah melindungi diri kita dari hal2 seperti itu...amin ya allah

katakan kepada orang-orang kafir itu….saya tidak akan meyarakan hari2 perayaan kalian..karena allah ran rasulku telah memberikan kepadaku 3 hari perayaan
1.       Hari raya iduul adha
2.        Hari raya idul fitri
3.       Hari jum’at

Katakan tidakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
Kepada:
Hari raya tahun baru
Hari raya natal
Valentines days
Dan hari2 raya orang2 kafir lainya….

Allahu akbar….allahu akbar….allahu akbar.

Makna Tauhid


Pelajaran Tauhid 01
--------------------------
apa itu tauhid???

tauhid itu adalah mengesakan allah...tauhid sangatlah penting dalam kehidupan kita...tanpa tauhid maka amal kita tidak akan berguna di akhirat nanti...

bagaimanapun baiknya fir'au terhadap kaumnya, maka itu tidak akan menjadikan ia bisa masuk surga..karena dia hidup tanpa tauhid..bahkan ia mengatakan dirinya adalah tuhan...na'udzubillah

syarat tauhid adalah mengucapkan syahadatain yaitu asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadarrasulullah....

tanpa syahadatain maka tidak akan bermanfaat shalat, zakat, haji atau amalan2 yang lain...karena syahadatain adalah kunci kesuksesan dunia akherat...

dalam bukhari disebutkan, bahwa rasulullah shollallahu alaihi wasallam bersabda dari hadist yang diriwayatkan ibnu umar: aku memerintahkan untuk memerangi manusia sampai ia bersaksi laa ilaaha illallah wa anna muhammadarrasulullah....

syahadatain adalah syarat masuk surga...tidak akan masuk surga org yg tidak menyaksikan ke-esaan allah dan kerasulan muhammad shollallahu alaihi wasallam....

oleh karena itu...kita harus mengakui akan keesaan allah dan kerasulan muhammad shollallahu alaihi wasallam, dengan penuh ikhlas dan dengan pengtahuan yang hakiki.

istiqomah dengan syahadatain adalah sangat perlu..yaitu dengan cata mengingkari thogut.

thogut adalah semua yang melampaui batas-batas allah, dan hak2 allah baik itu dari makhluk atau jin.

syetan dan iblis adalah thogut, seperti halnya hukum yahudi dan nasrani juga semua hukum yang menyelisihi hukum allah. semua itu adalah thogut.

orang yang taat pada hukum2 itu juga adalah thogut, seperti halnya org yang mengakui mempunyai ilmu gaib adalah thogut..

tgohut juga adalah org yang menyeru manusia untuk beribadah kepadanya juga kepada hukum yang dibuatnya..

mari kita beriman pada allah dan mengingkari thogut

allah berfirman : barang siapa yang mengingkari thogut dan beriman pada allah maka sungguh ia telah berpegang teguh pada tali agama allah yang kuat..."

jadi syarat tauhid adalah mengingkari thogut dan beriman pada allah.

semoga bermanfaat bagi kita muanya...amin

peringatan:
pelajaran tauhid jangan di abaikan, karena ini sangat penting...lebih penting dari segalanya..karena jika tauhid rusak maka rusaklah semua amal...mari kita semua kuatkan tauhid kita...semoga allah menguatkan hati kita kedalam tauhid padanya yang utuh, tanpa ada kesyririkan sedikitpun...amin1

syarat-syarat tauhid

Kalimat tauhid adalah kalimat yang memiliki keutamaan yang sangat agung. kalimat ini merupakan kunci surga dan bisa membebaskan seseorang dari azab neraka. seorang yang mengucapkan kaliamat  لا إله إلا الله di akhir hayatnya maka dia akn menjadi ahlul jannah (penghuni surga).

akan tetapi, perlu kita ketahui bahwa setiap kunci pasti memiliki sebagaimana yang disebutkan Syaikh Abdurrahman Alu Syaikh dalam kitab Fathul Majid. Dan tanpa gigi-gigi tersebut tidak dapat dikatakan kunci dan tidak bisa dipakai untuk membuka. Gigi-gigi pada kunci surga tersebut adalah syarat-syarat لا إله إلا الله. Barang siapa memenuhi syarat-syarat tersebut dia akan mendapatkan surga, sedangkan barangsapa yang tidak melengkapinya maka ucapannya hanya ucapan yang hampa tanpa makna.

Ketika Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam memberikan jaminan surga kepada orang-orang mukmin, Rasulullah menyebutkannya degan lafadz:
مَنْ شَهِدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. (متفق عليه)
Barang siapa yang bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah (HR. Bukhari Muslim)

Lafadz شهد (bersaksi) bukanlah sekedar ucapan, karena persaksian lebih luas maknanya daripada ucapan. Lafadz ini mengandung ucapan dengan lisan, ilmu, pemahaman, keyakinan dalam hati dan pembuktian dengan amalan.

Bukankah kita ketahui bahwa seseorang yang mempersaksikan suatu persaksian di hadapan hakim di pengadilan, tidak akan diterima jika saksi tersebut tidak mengetahui atau ia tidak memahami apa yang dia ucapkan? Bukankah pula jika ia berbicara dengan ragu dan tidak yakin juga tidak akan diterima persaksiannya? Demikian pula persaksian seseorang yang bertentangan dengan perbuatannya sendiri, tidak akan dipercaya oleh pengadilan manapun. Hal ini jika ditinjau dari makna شهد(mempersaksikan).

Apalagi masalah ilmu dan pemahaman telah jelas dalilnya dalam al-Qur’an, sebagaimana firman Allah:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ [الزحرف: 86]
Maka ketahuilah bahwasanya tidak ada sesembahan yang patut diibadahi kecuali Allah
إِلاَّ مَنْ شَهِدَ بِالْحَقِّ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ. [الزحرف: 86]

Kecuali orang yang mempersaksikan yang hak (tauhid) dan mereka meyakini(nya) (az-Zuhruf: 86)

Oleh karena itu sebatas mengucapkannya tanpa adanya pengetahuan tentang maknanya, keyakinan hati, dan tanpa pengamalan terhadap konsekwensi-konsekwensinya baik berupa pensucian diri dari noda kesyirikan maupun pengikhlasan ucapan dan amalan –ucapan hati dan lisan, amalan hati dan anggota badan- maka hal tersebut tidaklah bermanfaat menurut kesepakatan para ulama (lihat Fathul Majid, Abdurrahman Alu Syaikh, hal. 52).

Itulah hakikat makna syahadat yang harus ditunjukkan dengan adanya keikhlasan, kejujuran yang mana keduanya harus berjalan beriringan dan tidak dapat dipisahkan antara satu dengan lainnya. Jika tidak mengikhlaskan persaksiannya berarti dia adalah musyrik dan apabila tidak jujur dalam persaksiannya berarti dia munafiq.

Jadi, persaksian kalimat لا إله إلا الله yang merupakan kunci untuk membuka pintu surga tentu harus memiliki harus syarat-syarat.

Syarat pertama: Ilmu
yaitu pengetahuan terhadap makna syahadat yang membuahkan peniadaan terhadap kebodohan. Dalilnya adalah firman Allah ta’ala:
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. [محمد: 19]
Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan) yang patut diibadahi kecuali Allah .... (Muhammad: 19)
dan dalam hadits disebutkan:
مَنْ مَاتَ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ. (رواه مسلم عن عثمان بن عفان)
Barangsiapa yang mati, sedangkan ia mengetahui bahwa tidak ada ilah yang patut diibadahi kecuali Allah, maka ia akan masuk surga (HR. Muslim)

Syarat kedua: Yakin
Yaitu keyakinan tanpa keraguan terhadap kalimat لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ. Hal tersebut tidak akan terwujud kecuali jika seorang yang mengucapkan persaksian tersebut dalam keadaan yakin terhadap persaksiannya. Dalilnya adalah firman-Nya:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا بِاللهِ وَرَسُوْلِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوْا...[الحجرات: 15]
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu ... (al-Hujurat: 15)

Untuk membuktikan kebenaran keimanannya, Allah memberikan syarat adaya keyakinan pada keimanannya ini. Karena orang yang ragu dalam keimanannya tidak lain hanyalah orang-orang munafiq –wal iyadzu billah- sebagaimana yang diterangkan dalam ayat-Nya:
إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ. [التوبة: 45]
Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.(at-Taubah: 45)

Adapun dalil dari sunnah adalah sebagaimana disebutkan dalam hadits:
مَنْ لَقِيْتُ مِنْ وَرَاءِ هَذَا الْحَائِطِ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُسْتَيْقِنًا بِهَا قَلْبَهُ فَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ. (رواه مسلم عن أبي هريرة)
Barangsiapa yang menemui-Ku dari balik tabir ini yang bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang patut diibadahi kecuali Allah dengan yakin terhadapnya dalam hatinya, maka berilah kabar gembira kepadanya dengan surga. (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Syarat ketiga: Menerima
Yaitu menerima segala konsekwensi-konsekwensi dari kalimat syahadat baik dengan hatinya maupun dengan lisannya. Tidak seperti kaum musyrikin yang tidak mau menerima konsekwensi kalimat tauhid yaitu meninggalkan sesembahan-sesembahan mereka.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ [35] وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوا ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ [الصافات: 36]
Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah) mereka menyombongkan diri, dan mereka berkata: "Apakah sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami karena seorang penyair gila?" (ash-Shafat: 35-36)

Adapun dalil dari hadits adalah:
فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِيْنِ اللهِ وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِيَ اللهُ بِهِ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللهِ الَّذِيْ أَرْسَلْتُ بِهِ. (رواه البخاري)
Maka demikianlah permisalan bagi siapa yang paham terhadap agama Allah dan dapat mengambil manfaat dari apa-apa yang Allah mengutusku dengannya maka dia mengetahui dan mengajarkannya. Da permisalan bagi siapa yang tidak mengangkat kepalanya dengan hal itu dan tidak menerima petunjuk Allah yang aku diutus dengannya. (HR. Bukhari)

Syarat keempat: Tunduk
yaitu tunduk dan menerima konsekwensi-konsekwensi kalimat .لا إله إلا الله Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى وَإِلَى اللَّهِ عَاقِبَةُ اْلأُمُورِ. [لقمان: 22]
Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada buhul tali yang kokoh. Dan hanya kepada Allahlah kesudahan segala urusan. (Luqman: 22)

Syarat kelima: Jujur
Hal ini tidak akan terwujud kecuali dengan mengucapkannya secara jujur dari dalam hatinya. Maka jika mengucapkan syahadat dengan lisannya akan tetapi tidak dibenarkan oleh hatinya berati dia adalah munafiq, pendusta.
Allah berfirman:
الم(1)أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا ءَامَنَّا وَهُمْ لاَ يُفْتَنُونَ [2] وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ
[العنكبوت: 3]
Alif laam miim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang jujur dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. (al-Ankabut: 1-3)

Dan sabda Nabi Shalallahu ‘alahi wassalam :
مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمّدًا رَسُوْلُ اللهِ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلاَّ حَرَّمَهُ اللهُ عَلَى النَّارِ . (رواه البخاري)
Tidaklah dari salah seorang di antara kalian yang bersaksi bahwasanya tidak ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah dengan jujur dari lubuk hatinya, kecuali Allah akan mengharamkannya dari api neraka. (HR. Bukhari)

Syarat keenam: Ikhlas
yaitu keikhlasan yang bermakna memurnikan, maka apabila ibadahnya diberikan pula kepada selain Allah, maka hilanglah keikhlasan dan jatuh ke dalam kesyirikan. Maka keikhlasan harus meniadakan bentuk amalan kesyirikan, kemunafiqan, riya’ dan sum’ah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
...فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ. [الزمر: 2]
…Maka beribadahlah kepada Allah dengan memurnikan agama kepada-Nya. (az-Zumar: 2)
وَمَآ أُمِرُوآ إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ... [البينة: 5]
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan ibadah kepadaNya dalam (menjalankan) agama yang lurus. (al-Bayyinah: 5)
dan dalam hadits:
أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إَلاَّ اللهُ خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ. (رواه البخاري)
Manusia yang paling berbahagia dengan syafa’atku di hari kiamat adalah seseorang yang berkata لاَ إِلَهَ إَلاَّ اللهُ dengan ikhlas dari lubuk hatinya. (HR. Bukhari)

Syarat ketujuh: Kecintaan
yaitu kecintaan kepada Allah terhadap kalimat syahadat ini serta terhadap konsekwensi-konsekwensinya, terhadap orang-orang yang mengamalkannya dan berpegang teguh dengan syarat-syaratnya serta benci terhadap perkara-perkara yang membatalkan syahadat. Sebagaimana firman-Nya:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ ءَامَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ.... [البقرة: 165]
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. (alBaqarah: 165)
dan sabda Rasulullah Shalallahu ‘alahi wassalam :
مَنْ كُنَّ فِيْهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ اْلإِيْمَانَ أَنْ يَكُوْنَ اللهُ وَرَسوْلُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلاَّ لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهُ أنَ ْيَعُوْدَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يَْقذِفَ فِي الناَّرِ. (رواه البخاري)
Barangsiapa yang ada padanya (tiga perkara ini) maka ia akan mendapatkan manisnya keimanan. Yakni jika ia lebih mencintai Allah dan rasulNya daripada selain keduanya, dan jika mencintai seseorang, tidaklah ia mencintainya kecuali karena Allah, dan benci pada kekafiran sebagaimana kebenciannya untuk dilemparkan ke dalam api neraka. (HR. Bukhari).

Syarat ke delapan: Mengingkari Thaghut
yaitu segala sesuatu yang diibadahi selain Allah. Bentuk-bentuknya bisa bermacam-macam, bisa dalam bentuk jin, manusia ataupun pohon-pohonan dan hewan-hewan. Didefinisikan oleh Ibnul Qayyim dengan ucapannya: “Thaghut adalah segala sesuatu yang menyebabkan manusia keluar dari batas kehambaannya kepada Allah apakah dalam bentuk matbu’ (panutan), ma’bud (sesembahan) atau mutha’ (yang ditaati)”. Atau dengan kata lain sesuatu yang menyebabkan seseorang kufur dan syirik.

Maka pimpinan yang harus diingkari pertama adalah setan, kemudian dukun-dukun yang datang pada mereka setan-setan, kemudian semua yang diibadahi selain Allah dalam keadaan ridha bahkan mengajak manusia untuk beribadah kepada dirinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
...قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لاَ انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ. [البقرة: 256]
Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (al-Baqarah: 256)

Dan dalam hadits:
مَنْ قالَ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَكَفَرَ بِمَا يُعْبَدُ مِنْ دُوْنِ اللهِ حَرَّمَ مَالُهُ وَدَمُّهُ وَحِسَابُهُ عَلَى اللهِ. (رواه مسلم)
Barangsiapa yang berkata لا إله إلا الله dan mengingkari terhadap apa-apa yang diibadahi selain Allah, maka haram harta dan darahnya. Adapun perhitungannya ada pada sisi Allah (HR. Muslim).

Rabu, 30 Juni 2010

WALA' DAN BARA'

MANA WALA'DAN BARA'MU

rasnya kita masih punya naluri dan perasaan yang jernih. setan yang sudah jelas musuh kita tidak boleh kita menyambung silaturrahmi denganya.
saya ingatkan kepada pemerintah itu...bukankah anda laki2 wahai susilo bambang sudoyono!!!kenapa anda bersikap tunduk dan penakut terhadap musuhmu itu. ia sudah jelas telah membunuh saudaramu2 mu sesama ... Lihat Selengkapnyamuslim diirak dan afganistad sana. apakah anda tidak pernah mendengar bagaimana mereka yahudi laknatullah itu merampas dan menginjak2 kehormatan sauadar2 kita dipalestina sana. apakah anda tidak melihat berita2 yang tersebar tentang kebiadaban mereka yang dengan nafsu hewanya merebut kehormatan saudari2 kita dirumah iblisnya gontanamo sana.

saya rasa andaq masih punya mata dan telinga wahai presedent serta penguasa2 negaraku. kalian wajib membela saudara2mu yang teraniaya itu. kalau memang anda tidak bisa maka minimal anda melindungi penduduk negerimu dari kejahatan syetran2 itu.

percayalah kepadaku wahai para pemimpinku..mereka datang mengunjungi negara kita tidak lain hanya untuk membuai pikiran kalian agar kalian tidak dendan dan menuntut terhadap kebiadaban2 mereka yang telah mereka lakukan pada saudara2 kita.

sunggu amerika adalah negara teroris dan pemimpin teroris adalah obama.....lalu apakah anda masih ragu..ingatlah azab allah...ingatlah neraka.neraka adalah tempat kembali bagi orang2 yang dzolim
semoga hati kalian tersentuh dengan untaian hatiku ini

Senin, 28 Juni 2010

JAUHI POLITIK

JAUHI POLITIK

politik untk zaman sekarg sungguh sangat tdk sht.jgn menjerumuskan diri dlm hal yg syubhat bhkan hukumya haram.brhukum dgn hkum thogut adalah haram.lalu bgaimana kt mw trima dan mw melempar diri dlm hal yg syirik..utk diindonesi blh siapapun gabung dlm anggota partai tp partai yg pux misi utk menegakan syariat allah.dgn merubh trdahulu panåsila dan UUD itu dan mengganti asas ngr kt dgn alquran dan assunnah..kalaw+tdk ada maka haram bg siapapun utk msk aparlemen..silakan bc tulisan diblog ana tntang kesyirikan dmokrasi.

Rabu, 07 April 2010

مدة الاستشراق

الاستشراق

الاستشراق لغة واصطلاحا
الاستشراق لغة يعنى جهة الشرق أو مشرق الشمس والمقصود بذلك البلاد التي تقع في جهة الشرق.
الاستشراق اصطلاحا يعنى دراسة علماء الغرب لعلوم المسلمين المختلفة ونعنى بهذه العلوم عقائدهم وشرائعهم ولغاتهم وآدابهم وآداتهم وتقاليدهم وتاريخهم وفنونهم وحضارتهم. والقصد من هذه الدراسة تشكيك المسلمين في إسلامهم وفي قرآنهم خدمة للنصرنية.
نشأة الاستشراق
كانت الأندلس في فترة عن فترات التاريخ سورة ومصغرة للعلوم الإسلامية وبعد أن سمع لأوربيون بعظمة الإسلام فكروا في ذهاب إلى الأندلس لعلم اللغة العربية لأنها مفتاح الدخول إلى العلوم الإسلامية وبعد أن تعلم اللغة العربية درسوا القرآن والعلوم الإسلامية المختلفة وعندما رجعوا إلى بلادهم بدؤوا في نشر ثقافة الإسلامية في محيطة المستشرقين وترجم العربية إلى لغات الأوربا المختلفة وكان رجال الكنيسة هم الذين يذهبون بصفة خاصة إلى الأندلس من هؤلاء القساوسة القسيس الفرنس جلبرت دو أورلياك التي تدرج في الكنيسة حتى أصبح الباب لكنيسة الروما سنة 999م، الحروب الصليبية 1090 – 1290م.
الحروب الصليبية
إن فكرة الحروب الصليبية هي فكرة فرنسية فقد ادعت فرنسا قوة أوربا تذهب إلى الشام والفلسطين وتبعد المسلمين عن الإشراف على الأماكن المقدسة في بيت المقدس وما حوله واستمرت الحرب بين الفريقين ما يقرب من مائتي (200) سنة وكانت الحرب سجالا بينهما مرة ينتصر هذا الفريق ومرة ينتصر فريق الآخر وفي النهاية كانت العلبة للمسلمين ولكن الصليبيين استفادوا دروسا كثيرا من هذه الحروب فقد علموا أنه لا يمكن انتصار على المسلمين عسكريين وكانت فكرة لديهم سابقة عن الإسلام. فقد أخبروا أنه دين بدائي (مختلف) وليس فيه حضارة وأن المسلمين عبارة عن بدو رحال رعاة غنم فلما اختلطوا بالمسلمين عرفوا منهم الحقيقة وهي أن الإسلام دين حضارة وتقدم وأن المسلمين قوم مؤمنون بالله وشجعان لا يخافون الموت ويرغبون في الجنة وعيون الجهاد ولهم أخلاق طيبة يحب بعضهم بعضا ويتعاونون فيما بينهم وهم كرماء ويحسنون في طريق أخرى وهي غزو المسلمين غزوا فكريا ثقافيا وهذا من الأسباب التي جعلتهم يطلعون على علوم المسلمين ودينهم.
تطور الاستشراق 1312م
لقد وافق مجمع فينا Vienna عاصمة نمسا الذي انعقد سنة 1312م وقد وافق على تدريس اللغة العربية في عدد من جامعات أوربا كجامعة بارس وجامعة بولونيا وجامعة أكسفر (انجلتر) وجامعة روما (إيطاليا) وفي 1539م أنشأ أول الكرسي Cours لللغة العربية في بارس ورئاسة جيوم بوستل الذي قام بجهود كبيرة لتدريس اللغة الشرقية في جامعة فرنسا.
وتعد حملة نابليون بونابرت على مصر سنة 1798م البداية الحقيقية للاستشراق السياسة الاستعماري. وقد اهتم المستشرق الفرنسي سلفستر دوساس بهذا الاستشراق والسياسي الاستعماري. وكان مترجم حملة نابليون من تلاميذ سلفستر هذا وأصبح سلفستر أستاذا لكل المستشرقين الذين جاؤوا في فرنسا خاصة وفي أوربا بصفة عامة وسيطر تلاميذه على ميدان الاستشراق ما يقرب من خمسة وسبعين عاما.
وفي القرن الثامن عشر بدأ الغرب في استعمار العالم الإسلامي واستطاع الاستعمار في هذه البلاد أن يستولى على عدد كبير من المخطوطة العربية إما عن طريق شرائها أو أخذها بالقوة يسرقتها. فانتقلت بذلك أعداد كبيرة من هذه المخطوطات إلى مكتبات أوربا حتى بلغت أوائل القرن التاسع عشر 250 ألف مجلد أو تزيد مؤتمرات المستشرقين الدولية.
فقد انعقد المؤتمر لهم في بارس أو مؤتمر لهم 1873م ثم جاء بعدهم المؤتمر في الجزائر 1905م ثم جاء بعدهم مؤتمر في الهند 1964م ومؤتمر الرابع في أمريكا 1968م ثم صارت المؤتمرات بعد ذلك مغلقة وخاصة بعدد قليل منهم.

جمعيات المستشرقين
تكون هذه الجمعيات بالتعاون في مجال الدراسات الشرقية من هذه الجمعيات، الجمعية الآسياوية في البنغال والجمعية الآسياوية في بومباي في بداية القرن التاسع عشر والجمعية الآسياوية في بارس في بداية القرن التاسع عشر. وقد قامت هذه الجمعيات بنشر بعض مخطوطات العربية وفهرستها. وقد أصح في فترة سابقة بعض كبار المستشرقين أعضاء للمجامع العلمية العربية كالمجمع العلم في مصر وسوريا والعراق. وابتداء من منتصف القرن التاسع عشر إلى منتصف القرن العشرين 185 - 195 كانت السيطرة على الاستشراق لكل من انجلترا وفرنسا ثم حمل لواء استشراق بعد ذلك أمريكا، وقد كان صغار المستشرقين يعتمدون في دراستهم في الاستشراق على كتب المستشرقين الذين سبقوه برغم ما فيها من كذب وافتراء ولم يكن كل المستشرقين قد نالوا دراسات منظمة في العلم الاستشراق وكان بعضهم أعضاء في سفاراتهم أو قنصولياتهم أو جاؤوا معلمين أو مهندسين أو أطباع فنالوا خبرة الاستشراق عن طريق التجربة والإقامة.
أهداف الاستشراق
1. الهدف الديني التنصيري
2. الهدف السياسي الاستعماري
3. الهدف الاقتصادي
4. الهدف العلمي
1 الهدف الديني التنصيري
1. شكك المستشرقون بحقيقة الوحي النازل على محمد  وقالوا: إن القرآن ليس وحيا من عند الله بل هو من تأليف محمد . وقد استعان في تأليفه في كتب اليهود والنصارى وبثقافة اليونانيين وحكمة الرومي والفرس، والواقع إن هذه كله كذب وافتراء ولا دليل عليه لأن الموضوعات التي علجها القرآن لا توجد في كتب اليهودي والنصارى.
2. بناء على هذا فإن سيدنا محمد  ليس نبيا في نظر مستشرقين ويدعو على أن الأحاديث التي تنسب إلى الرسول  ليس من تأليفه بل وضعها الصحابة وتسلوها إليه ومع أن كثير من المستشرقين يعملون على أن محمد  نبيا مثل موسى وعيسى ولكنه مع ذلك أنكروا نبوته لأن الإسلام والقرآن إثباتا أن كل من اليهودية والنصرانية محرف.
3. ادعى بعض المستشرقين أن الشريعة الإسلامية مأخوذة من القانون الروماني وهذا ادعاء باطل لأن القانون الروماني ليس فيه أحكام التي جاء بها القرآن والسنة.
4. ادعى بعض المستشرقين وتلاميذهم أن اللغة العربية الفصحا لا تصلح أن تكون وسيلة الاتصال والتفاهم بين العرب والمسلمين ويرون أن أحسن استبدالها بلغة دارجه أو العامية وهذا الاتهام باطل لأن الصحيح أن له عربية فصحا التي تصلح أن تكون وسيلة التفاهم لأنها لغة القرآن الكريم ولغة السنة النبوية وقصد المستشرقين أن يفصل المسلمين ببنه وبين القرآن الكريم حتى يأتي رمان سلامة موسى ولو بمن عوض من المصر وهما مسيحيان من أقباط.
5. لقد ربي الاستشراق تلاميذ له أصبحوا معحبين لمنهج الاستشراق ومن هؤلاء طه حسين وأحمد أمين الدين تتلمذ على يد المستشرق الانجليزي مارك حلموس. إما طه حسين فقد ذكر في بعض كتبه أن الثقافة المصريين في زمن الماضي هي ثقافة فرعونية أما ثقافة المصريين الآن يجب أن تكون أوربنية وهو يرى على أن الثقافة العربية الإسلامية لا تصلح لهذا الزمن وهي ليست متطورة كما أثبت طه حسين كذلك في كتابه: "في الأدب الجاهلي" أن سيدنا إبراهيم وأسماء هما شخصيتان وهميتان لا وجود لهما وهو بذلك يكذب القرآن الكريم الذي ذكرهما.
6. يرى المستشرقون أن في وحدة المسلمين خطورة على أوربا وعلى النصرانية ولذلك سعى الاستعماري إلى تفكيك وحدة المسلمين حيثما وجد، وقد أشار وزير المستعمرات البريطانية سنة 1938 إلى أن تجرب علمتنا أن وحدة الإسلامية هي الخطر العظيم الذي ينبغي على الإمبراطورية أن تجاربوه وتحدث سياستنا إلى منع الوحدة الإسلامية والتضامن الإسلام.
7. ويظهر خرط المستشرقين في كتب الذي ألفوها عن الإسلام التي أصبحت المراجع العلمية يرجع إليها المسلمين والنصارى ومن أخطر هذه الكتب والموسوعات العلمية دائرة المعارف الإسلامية ومقالاتها مكتوبة أصلا باللغة الفرنسية والإنجليزية وألمانية ثم ترجمت فما بعض إلى العربية وقد كتب مقالاتها مستشرقون متعصبون من حسبات المختلفة والرئيس تحريرها هو أيان فنسنك الهولندي.
8. اشعل المستشرقون الخلافات بين الفرق الإسلامية والمذاهب الفقهية والقوصيات المختلفة وقد أثاروا الخلافات بين أهل السنة والجماعة وبين الشيعة وبين المعتزلة وبين الأشاعرة السلفية هي جهة أخرى كما أثاروا الخلاف بين المذاهب الفقهية الأبعين قالوا: لو كان صحيحا لماذا هي متعددة وبين القوصيات التركية والفاريسية والعربية وكردية.
9. استغل النصارى تقدمهم الصناعي والتكنوليجيا وأراد أن يثبتوا به أن لسبب في هذا التقدم هو العقيدة النصرانية وقالوا للمسلمين أن أردتم أن تتقدموا مثلينا فعليكم بأحد الأمرين:
- أن تدخلوا في دين النصراني
- تحذفوا من القرآن أشياء التي لا تتناسب مع التطور
ومعلوم أن السبب في تقدم النصارى ليس هو عقيدة النصراني بل يرجع ذلك إلى اجتهادهم واهتمامهم على الوقف وأخذهم علوم المسلمين.
10. من الأشياء التي تضعف الإسلام نظرية العلمانية التي هي مأخوذة من العالم وقد عانت إلى المسلمين لمن أوربا العربية مع مجيئ الإستعمار ومعناها إلى دين أو عدم الدين وسميت العلمانية لتلطيف الاسم، وتعني العلمانية هي فصل الدين عن الدولة سواء دين المسيحي أو الإسلام.
2 الهدف السياسي الاستعماري
كان الاستعمار عندما يستعمر بلدا عربية أو مسلمة فإنه يحاول أن يتعالم لغة تلك البلاد وغالبا ما تكون لغة العربية تم يحاول أن يعرف عقيدتهم وتشريعهم وآدابهم وعاداتهم وتقاليدهم وقد كانت دولة الاستعمارية لها سفارة وقناصل تحاول أن يتعالم موظفوا هذه السفارة لغة البلاد التي هم فيها وخاصة إذا كانت تلك اللغة لغة عربية وقد كانت سفارة تطلب من موظف فيها الاتصال بكبار رجال البلد التي يستعمرونها. يقوم بنشر أفكارا مستعمر في تلك البلاد حتى يستطيعوا أن يتقبلوا تلك الأفكار. وقد أنشئت مدارس ديبلوماسية لتخريج السفراء والقناصل والتجار الذاهبين إلى بلاد الشرق.
3 الهدف الاقتصادي
ظهر هذا الهدف في قرنين التاسع عشر والعشرين لغرض السيطرة على الأسواق التجارية والمؤسسة المالية الخاصة ببلاد الشرق وذلك لتوسع تجارة الغربيين والحصول على المواد الأولية من هذه البلاد بجانب (يضاف إلى ذلك) الاستقلال.
والثروات الأرضية وتخريب المصانع المحلية والتعمير مصانع الغربيين. وقد قام بعض المستشرقين لنشر بعض كتب الإسلامية التي ليست لها قيمت علمية وترجمتها إلى لغاتهم ثم بيعها بعد ذلك وجمع مال من ورائها في تلك الكتب ألف ليلة وليالي ورباعيات عمر الخيام والأغاني لأبي الفرج الأصبحاني وكل هؤلاء من الفرس. وقد لجعت الدول الاستعمارية بعد خروجها من المستعمرات إلى ضغط على تلك المستعمرات لتنفيذ خططها السياسية والاقتصادية. ومن تلك الوسائل
1. منع المساعدات عن المسلمين في زمن الحروب المجالات والجفاف والسيول الشديدة
2. إكراه المسلمين على تطبيق نظام اقتصادي معين. كتطبيق نظرية (السوق الحر)
3. بحرمان شعوب المسلمة من الوسائل المتقدمة والتطور في العلوم لها التكنولوجية العالية
4. شغل الشعوب المسلمة في معارق الداخلية استهلاق ثرواتها
5. إجبار البلاد المسلمة على أن يخرضوا أموالا من البنوك بالوائد من الربح العالية وعلى طريقة الرباوية
4 الهدف العلمي
هناك عدد قليل من المستشرقين درس الإسلام بقصد معرفة الخفيفة وقد جاء إفتاح هؤلاء المستشرقين أقل خطأ ما ظهر عندهم. سببه:
1. إما جهلهم باللغة العربية وإما بتمسكهم في عاداتهم وتقاليدهم الغربية، وقد كان هؤلاء أقرب إلى الخوف إلى المنهج العلم السليم وقد هدي الله بعضهم إلى الإسلام وكلنهم لم يجدوا مساعدة مالية لنشر أبحاثي بل تعارض لمخاياقائهم الشديدة
2. من قبل رجال الدين والسياسة في بلادهم، من هؤلاء الذين أسلموا الفرنسي إيتين دينيه Etienne Dmet كان رساما ولد في لبارس 1861م لم تعجبهم نصرانية وطلع على الإسلام واقتنع به ثم أسلم وسمي نفسه بعد إسلامه نصر الدين ألف كتابا عن الإسلام. منها
- محمد رسول الله
- الحج إلى بيت الله الحرام
موريس بوكاي Mourice Bocaule وهو طبيب الفرنسي ألف كثيرا من الكتب بين فيها مطالقة القرآن لحقائق العلمية التي توصل إليها العلماء من هذه الكتب كتابه المشهور القرآن والتورة والإنجيل والعلم
3. زغريد هو نكة ألمانية لقد ألف كتابا "شمس الله تسطع على الغرب" لكن المشرق على نشر هذا الكتاب كان مسيحيا وغير عنوانه إلى "شمس الله تسطع على العرب". وهذا يدل دلالة واضحة على كيدة للإسلام وقد جعله خاصا للعرب وحده
4. عبد الكريم جرمانوس أسلم في الهند سنة 1930م حينما كانت مستعمرة الانجليزية أحب إسلام واللغة العربية وألف أكثر من 150 كتابا وبحثا عن الإسلام
5. توماس آرنولد 1930م ومنهم من لم يسلم لكن جاءت أبخاثهم عن الإسلام معتدلة وموصفة من هؤلاء مستشرق إنجليزي توماس آرنولد صاحب كتاب الدعوة إلى الله وقد أثبت فيه تسامح المسلمين مع من يخالفونهم في الدين لجمع العصور وقد وصفة مستشرقون بالمسلم الذي لم يعلن إسلامه كما وصفه لأنه متعاطف بقوة مع المسلمين
أساليب الاستشراق الثقافية
1. التدريس الجامعي
2. جمع المخطوطات وفهرستها
3. تحقيق المخطوطات ونشرها
4. الترجمة من العربية وإليها
5. تأليف الكتب والموسوعات العلمية
1 التدريس الجامعي
كان يوجد في كل جامعة أوربية تقريبا معهد خاص للدراسات العربية والإسلامية وتقوم هذه المعاهد بتدوين الجامع وتعليم اللغة العربية وتخريج الدارسين للدراسات العليا من ماجستر ودوكتورة وقد أنشئت هذه المعاهد كراسي للدراسات العربية والإسلامية لنشر المسيحية بين المسلمين.
وأصبحت كلية الدراسات الإسلامية مكانا للهجوم على الإسلام ومصدرا لتخريج أجيال من أبناء المسلمين منسلخين ومسعدين لقول أفكار الغربيين ويرى الفرنسيون والإنجليزي أن جامعتهم يجب أن تصوغ هؤلاء الطلاب صياغة غربية حتى يكونوا أعوانهم لهم في بلادهم. وأعلن لأحد المعتمرات الغربية أن تخريب عقول المسلمين ممكن من طريق الجامعة الغربية وخاصة إذا كان الطلاب ذوى نفوسهم ضعيفة وأخلاق فاسدة. وذلك حتى يكونوا مبشرين بالمسيحية في ما بعد وكان القس/ القسيس صمويل زويمر زعيم التنصير كان يقول ماداما المسلمون ينفردون من المدارس النصرانية فلا بد أن ننشألهم المدارس العلمانية لتساعدنا في القضاء على روح الإسلام عند الطلاب وكانت الجامعة الأمريكيا والفرنسيا الموجودة في القاهرة، والبيروت، وأنقرا, وإسكندارية، وخرج شابا لغرب وحضارته بعيدا عن الإسلام أميا في عقيدته ودينه.
2- جمع المخطوطات وفهرستها
لقد جمع المستشرقون المخطوطات العربية من كل سنة كل مكان في شرق الإسلام بعلمهم بقيمة هذه المخطوطات وكان أوربا يفرضون على كل سفينة التجارية بتعامل مع الشرق أن تحضر معها بعض المخطوطات وبعد أن تصل هذه المخطوطات إلى مكتبات في الشرق أو في الغرب وإنها تحفظ من التلف وتفهرس فهرسة علمية دقيقة تصف المخطوطة وصفا دقيقا بأن توضح اسم المؤلف وتاريخ ميلاده ووفاته وتاريخ تعريف الكتاب وحجمه وعدد صفحاته وموضوعاته ويجعل في نهاية هذه المخطوطات فهرستان واحدة لأسماء المؤلفين والأخرى لأسماء الكتب واهتم معظم المستشرقين في المخطوطات المتعلقة بعلوم القرآن والسنة لأنها مصدر الدين الإسلام.
3 تحقيق المخطوطات ونشرها
لقد حقق المستشرقون الكثير من كتب التراث (كتب الأصلية) الإسلامي وأضاف فهارس أبجادية للموضوعات والأعلام في آخر الكتب التي نشرها كما نشر عددا كبيرا من الكتب العربية التي ساعدت الباحثين أوربيين من هذه المؤلفات سيرة بن هشام والإتقان في علوم القرآن للسيوطي، الكشف للزمخشري، والتاريخ الطبري وكتاب سبويه والمعجم الأدباء ياقوت الحموي (نسبة إلى حماة في سوريا) والملل والنهال لشهرستاني وصحيح البخاري ومقالات الإسلاميين للأشعري والأغاني لأبي الفرج الأصفهاني وغيرها من الكتب.
4 الترجمة من العربية وإليها
ترجمة المستشرقون مئات كتب العربية والإسلامية إلى جميع اللغات الأوربية من ذلك دواوين الشعر والمعلقات وتاريخ الطبري ومروج (بستان) الذهب للمسعودي وإحياء علوم الدين للغزالي والمنقد من الضلال له أيضا للغزالي ومن أول الكتب التي ترجمت إلى لغاتهم القرآن الكريم. وقد ترجم أول مرة عام 1143م على يدي راهيب انجليزي اسمه روبرت ريتنا وقد رفضت هذه الترجمة مدة من الزمان خوفا من تأثيرها في الغربيين ولم تظهر إلا 1543م وقد قام المستشرقون منذ ذلك الوقت وحتى الآن لكثير من ترجمة القرآن وقد جعلوا للترجماتهم مقدمة عن الإسلام لا تتفق في كثير من الأحيان مع حقيقة الإسلام وتزيد الآن ترجمة القرآن على مائة وكان قصدهم من ترجمته القرآن الإساعة إليه وتشقيق فيه.
وتنقسم ترجمة القرآن إلى قسمين
ترجمة حرفية وترجمة معنوية (تفسيرية). وعند المسلمين وإن الترجمة الحرفية حرام بخلاف ترجمة معنوية جائزة. والترجمة الحرفية أصعب من الترجمة المعنوية.
وهناك ترجمة كتب على الإسلام من اللغات الأوربية إلى اللغة العربية وقد ألف بعض المستشرقين كتب خطيرة عن الإسلام لتشقيق في العقيدة الإسلامية ثم ترجمت فيما بعض إلى اللغة العربية من هذه الكتب نذكر الأتي:
1. حياة محمد : وليم موير MUIR
2. الإسلام : ألفرد جيوم
3. الإسلام عقيدة وشريعة : جولدزيهر
4. الحلاج الصوفي الشهير : ماسنيون
5. تاريخ العرب : فليب حتى HITTE
6. الإسلام : هاملتون جب
7. فقه الحضارة : وول ديورانت
5 تأليف الكتب والموسوعات العلمية
لقد بلغ ما ألف المستشرقون من كتب عن الإسلام في قرن منتصف أي في سنة 1800 – 1950م ما يقرب من 60 ألف كتاب. فقد ألفوا في تاريخ العربي والإسلامي وفي علم الكلام والشريعة والفلسفة الإسلامية وتصوف الإسلامي وعلوم القرآن والسنة وتاريخ الأدب العربي والنحو والصرف وبعض هذه المؤلفات له فائدة علمية وبعضها الآخر قصد منهم تشويه (تحريف) الإسلام. فمن المؤلفات ذات القيمة العلمية على رغم ممافيها من عيوب.
1. تاريخ الأدب العربي ألفه كارل بروكلمان الألماني وهو في عدة الأجزاء ترجمة وعند عليم النجار (مصري) ترجمة بعض أجزائه إلى العربية
2. دائرة المعارف الإسلامية كتبت موضوعاه أولا باللغة الألمانية والانجليزية والفريسية وكان ذلك في فترة ما بين 1913 – 1938م ورتبت موضوعاتها حسب حروف الهجائية ولم تترجم كلها إلى اللغة العربية وقد تولى ترجمتها إلى عربية لجنة مقونة من خريجي الجامعة المصرية. وقد كتب في هذه الدائرة كبار المستشرقين المتعصبين من جنسية مختلفة وكان رئيس تحريرها الهولندي أيان فنسنك ومن محربها من الإنجليز هاملتون جب ونكلسون وآربري ومن الفرنسيين ماسنيون، وكارادوقو CARRA DEVOEU ومن أمريكا دب ماكدونالد (DB) ومن بلجكيا هنري لامانس ومن ألمانية يوسف شاخت.
المعاجم
اهتم المستشرقون بالمعاجم اللغوية والعلمية. من هذه المعاجم
1 تفصيل آيات القرآن ألفه الفرنسي جول لابوم وترجمه إلى العربية المصري محمد فؤاد عبد الباقي.
2 المعجم المفهرس لألفاظ الحديث ألفه الهولندي أيان قنسنك ويستعمل هذا المعجم على كتب الحديث الستة المشهورة بجانب المسند الداريمي والمسند أحمد بن حنبل وموطأ إمام مالك.
وهذا المعجم ذو الفائدة الكبيرة للجامعات الإسلامية.
أنواع الحصار الأجنبي غير المسلم
1 موقف المستعمرين من التعليم الديني
2 الخداع السياسي
3 الضغط السياسي
4 الحصار العلمي
5 التمييز العنصري
6 الإفساد الفكري والخلقي
1 موقف المستعمرين من التعليم الديني
حدثت هذه الأنواع في زمن الاستعمار وكان التعليم الديني يديره المستعمرون والمنصرون والملحدون. وقد صمموا المناهج التعليمية لمجاربة العلوم الإسلامية والخلاوي القرآن ومعلمي التعليم الإسلامي وقد أسس المنصرون والكنيسة كثيرا من المدارس الأجنبية والتنصيرية لخدمة التنصير.
وانقسم التعليم في زمن استعمار إلى قسمين
- التعليم الألماني الذي يهتم بالعلوم الحديث واللغات الأجنبية.
- التعليم الأسلامي الذي يهتم باللغة العربية والعلوم الإسلامية.
الدرسات الإسلامية والقرآنية يعمل دون وظيفة ودون مرتب وليست له مكانت اجتماعية.
2 الخداع السياسي
من أنواع ذلك الخداع أن الاستعمار الانجليزي طلب من الدول العربية التي كانت منضوية (داخلة) تحت خلافة عثمانية طلب منها أن تنفصل عن خلافة عثمانية ووعدها إذا تم الانفصال بتأسيس دولة عربية موحدة تضم الجزيرة العربية وفلسطين والأردن ولبنان وسريا وعراق بينما كان يجري في السير اتفاقيات بين المستعمرين لتفسيم بلاد العربية واستعمارها عن طريق الانتداب (Mandat) فكانت العراق والفلسطين والأردن من نصيب بريطانية وسورية لبنان من نصيب فرنسا ومن أنواع الخداع الأخرى الهدنة التي فرضت على دول عربية المجاور للدولة الفلسطين عام 948 فبعد أن شكت الدول العربية على هزيمة إسرائيل طلبت الدول الغربية على الدول العربية. إيقاف الحرب على طرفين لمدة شهر وخلال هذه المدة استطاع الإسرائيليون أن يأتوا بمزيد من السلاح والجنود فلما استأنف القتال كان الناس في هذه المرة للإسرائيليين.
3 الضغط السياسي
ويكون ذلك عن طريق فروع الأمم المتحدة المختلفة وكل فرع من هذه الفروع له مشروعات يريد تأبيدها ومشروعات أخرى لا يريد تأبيدها. وتطلب من أعضاء كل فرع من هذا الفروع أن يؤيد مشروعا مؤيدا مثلا ويغرونه بمال أو بغيره إن ساعد في قبول هذا المشروع وإن لم يساعد فإنه يحدد بقطع المعونات والمساعدات عنه ومن هذه الضغوط تأسيس الأحزاب السياسية المرتبطة بدول الأجنبية.
4 الحصار العلمي
ويقصد به منع المسلمين وبلاد من الحصول على العلوم التكنولوجية المتقدمة بجميع المجالات وتحرم هذه الشعوب من العلم والمعرفة إلا إذا رضيت عنها الدول العربية فعند ذاك تفتح له بعض أبواب العلم وتقدم لهم المعونات وعندما حاولت بعض شعوب المسلمة فعلى هذا الحصار المضروب حولها سعد بعض الدول الاستعمارية إلى حصار هذه الدول من طرق آخر وذلك بشغل هذه الشعوب عن طريق:
- شغل أبناء المسلمين بالعلوم النظرية البعيدة عن التقدم التكنولوجي.
- إدخال فن التمثيل والرقص والغناء ضمن البرامج الدراسية.
- شغل الطلاب بالفلسفة الفكرية المتناقضة.
5 التمييز العنصري الديني
يحدث هذا التمييز في البلاد فيها المسيحيون والمسلمون وذلك إذا كان كل أحكام أو أغلابياتهم المسيحيين وحدث هذا في زمن الاستعمار ويحدث الآن بعد ذهاب الاستعمار ونرى حكام المسيحيين يمكنون المواطن المسيحيين من الحصول على أعلى درجة التعليم حتى يقود شؤون دولة فيما بعد أما أبناء المسلمين فلا يجيدون حظا كبيرا في تعليم لذلك نجدهم يخرجون من بلادهم ليذهبوا ويتعلموا في بلاد المسلمين أخرى مثل مصر، وسعودية، وسودان، وفي جانب الاقتصادي فإنهم يجعلون أمور التجارة من الصدرات والوالدات وشركات والبنوك في أيدي المسيحيين.
6 الإفساد الفكري والخلقي
حدث هذا الإفساد في زمن الاستعمار وفي زماننا هذا عندما يذهب أبناء المسلمين إلى أوربا لطلب العلم أو لغيره وفي زمن الاستعمار نجد أن الاستعمار عندما استعمر بلاد الإسلام فإنه قد أباح كل ما هو محرم من الإسلام من شرب الخمر والزنا والعري وتعامل بالربا وأكل أموال الناس بالباطل واستخدم الرشوة، وعندما يذهب أبناء المسلمين إلى أوربا فإنهم يفعلون كما يفعل أوربيون فيحلون كل حرام في الإسلام ويغريهم أوربيون بمظاهر حضارة أوربية الزائفة ويتأثر المسلمون في كل ذلك ويحاولون تطبيق ذلك إذا رجعوا إلى بلادهم وتوجد في أوربا المذاهب الفكرية الهدامة كالشيوعية والاشتراكية والديمقراطية والعلمانية والفلسفة الوجودية والنفعية (أمريكا). وكل هذه الفلسفات إنشائية لا تؤمن بوجود الله أو تؤمن بوجود الآلهة متعددة أو تفصيل بين الدين والدولة ولا تهتهم بالتشريح الإلهي والبشر يضعون القوانين لذلك تسمى القوانين الوضعية.
شبهات المستشرقين حول القرآن الكريم
يشمل:
- مصدر القرآن
- أمية الرسول 
- كيفية تلقي الرسول  للقرآن وتدوين المسلمين له
- أسلوب القرآن
ينقسم المستشرقون قي حكمه معنى القرآن إلى مجموعتين:
أ مجموعة ترى أن القرآن ليس وحيا من عند الله بل هو من تأليف سيد محمد  وأنه استعان في تأليف القرآن بكتب اليهودي والنصارى وببعض علماء اليهود والنصارى كورقة بن نوفل والراهب بحيرا كما استعان في تأليفه للثقافة ليونانيين وحكمه الفرس والهنود إلى غير ذلك من الأكاذيب والترهات ويمكن الرد بسهولة على ذلك وخاصة إذا علمنا أن العقيدة والشريعة والأخلاق التي جاء بها القرآن لا يوجد شبيه له في ديانات أخرى كما أن القرآن ذكر الغيبيات مثل الرسل وكتبه وملائكة واليوم الآخر وما فيه من بعث وحساب وجنة ونار كل هذه الأشياء لا توجد لا في اليهودية ولا في المسيحية وكما يقال فإن فاقد الشيء لا يعطى ولكي يؤيد وانظر يأتهم هذه جاؤوا بمزيد الادعايات وقد ادعى صمويل زوير أن الرسول  لم يكن أميا بل كان يعرف القراءة والكتابة لأنه كان تاجرا ولفظ الأمي عند هؤلاء هو من وجد في مجموعة ليس لها كتاب منزل وادعى صمويل زوير أن الرسول  كتب بخط يده عددا من الرسائل إلى ملوك بعض الدول وأنه كان يوقع اسمه في نهاية كل الرسالة وبالرجوع إلى الواقع فإن الرسول  ما كان يكتب رسالة بخط يده وكان يوقع في آخر كل الرسالة باستعمال خاتمة الذي كان بهذه صورة (محمد رسول الله) لذلك فنحن ملزمون بالطباع القرآن الكريم وتصديقه لأنه أثبت أمية سيدنا محمد . (الذين يتبعون الرسول النبي الأمي الذين يجدون مكتوبا عندهم في التوراة والإنجيل).
ب أما بنسبة المجموعة التي ترى القرآن وحي من عند الله وإنهم يحاولون بطرق أخرى إفساد بعض الوحي نازل على الرسول  فيبدؤون مثلا أن الرسول  عند ما كان ينزل الوحي بأول مرة كان من شدة الخوف تعد تديه غيبوبة فلا يدري بعض الوحي نازل عليه كما ادعى بعضهم أن بعض كتاب وحي من الصحابة كان يكتب القرآن بأدوات بالية شأنها أن تتلف وتزول، فتزول ماكتب عليها المثل الحجارة، والعظام. وجود الحيوانات وعسب النخل وقصدهم من ذلك أن القرآن غير مكتمل واستدلو استدلالا خطئا ببعض الآيات على أن الرسول  كان ينسى بعض الوحي نازل عليه مثل قوله تعالى: سنقرؤك فلا تنسى وقوله تعالى: و اذكر ربك إذا نسيت والرد على هذه الشبهات أن الرسل ما كان يغيب عن وحي كما أن الصحابة رضي الله عنهم كانوا يحفظون ما يكتبون أولا بأول وما كان ينتظرون هذه الأدوات حتى تتلف.
شبهات المستشرقون حول أسلوب القرآن
يرى أكثر المستشرقون أن أسلوب القرآن هو أسلوب الشعر أو النثر المسجوع ويرى بعض آخر أن أسلوبه هو أسلوب القصص أو التاريخ إلا أنه لا يورد القصص في مكان واحد بل يأتي بها متفرقة كما أنه لا يرتب الأحداث تاريخية وردوا على ذلك وأن القرآن ليس كتاب قصص وليس كتاب تاريخ وهناك مستشرقون معتدون تكلموا في أسلوب القرآن على أساس أن القرآن وحي من عند الله من هؤلاء:
- إميل درمنجهم (الفرنسي) الذي يرى أن القرآن ليس كتاب أدب فقيمته وجماله تجعلان فوق مستوى الأدب لأنه إلهي مصدر
- وهناك لورا فيشيا (إيطاليا) التي ترى أن القرآن كتاب لا يستطيع أي إنسان أن يأتي بمثله وكل عبارته متزنة وفصيحة
- وهناك ستانلي لين بول (إنجليزي) الذي يقول: إن أسلوب القرآن هز نفوسنا وأثر فيها وإذا كان قد فعل منها نحن غير المسلمين وغير العرب هذه الفعلة فكيف يكون أثره على العرب الذين نزل بلغتهم.
- ويقول جان جاك روسو (الفرنسي): لو سمع أحد محمد  يملئ على الناس القرآن بتلك اللغة الفصحا الرفيقة يؤثر في القلوب لقوة بيانه وفصاحته لخر ساجدا على الأرض وعموما فإن أسلوب القرآن أسلوب متميز اشتمل على فنون بلاغة الرافعة وقد نفى القرآن عن الرسول  كونه شاعرا قال تعالى: وما علمناه شعرا وما ينبغي له.
شبهات المستشرقون حول السنة النبوية
لقد أثار المستشرقون كثيرا من الشبهات حول الحديث النبوي مثل ما فعلوا مع القرآن الكريم وعرفوا معنى الحديث بالاتصال وعرفوا السنة بالعادات والتقاليد ويرون أن هناك عبارات في الحديث أخذت إما من التورة أو الإنجيل أو الفلسفة الليونانيين كما دعوا أن الحديث وجدت بعد نشأة المذاهب الفقهية وقد وضع أصحاب هذه المذاهب الأحاديث لتأييد مذاهبهم وتتركز شكوكهم حول تأخير تدوين السنة التي بدأ في رأيهم في المائة الثانية للهجرة وهذا تأخير عندهم هو الذي جعل المسلمين يزيدون في الحديث وينقصون. ومن المستشرقين من وصف السنة بأنها كلها موضوعة وأنها لم تحفظ في السدور كحفظ القرآن وأن السنة انتقلت عن طريق مشافهة وأنه لم توجد صحف كثيرة مكتوبة في عهد الرسول  يدل على ذلك الحديث الرسول  الذي رواه أبو سعيد الخدري ونصه ((لا تكتبوا عني شيئا غير القرآن ومن كتب عني شيئا غير القرآن فليمحه)). والرد على ذلك أن السبب الذي دعى الصحابة إذا عدم الكتابة الحديث
1 حتى لا يلتمس القرآن بغيره من الحديث
2 حتى لا تكتب القرآن والحديث معا
فلما حفظ القرآن أذن لهم الرسول  أن يكتبوا ما يسمعونه منه ومع ذلك كان معظم الصحابة يتحرجون (يمتنعون) من كتابة الحديث ولم يخلق عصر النبي  ولا عصر الصحابة من كتابة الحديث كتابة من غير نظام ولا ترتيب.
يقول أبو هريرة رضي الله عنه: ما من أصحاب النبي  أحد أكثر حديثا عنه مني إلا ما كان من عبد الله بن عمرو بن العاص فإنه كان يكتب ولا أكتب وكان لهذا الصحابي مجموعة من الأوراق تسمى صحيفة صادقة.
وقد ظهرت الكتابة بصورة واضحة في عهد سيدنا عمر بن عبد العزيز الذي كتب لأحد عماله (أبي بكر بن حزم) انظر ما كان من حديث رسول الله  فاكتبه فإني خفت دروس العلم وذهاب العلماء.
ولم يكتف علماء الحديث بتدوين الحديث فقط بل وضعوا مصطلح الحديث وقواعد الجرح والتعديل. وقد أثنى على هذا الجهد المستشرق والألماني سيرنجر الذي قال: "لا توجد الآن أمة من الأمم المعاصرة أتت في علم أسماء الرجال بمثل ما جاء به المسلمون بهذا العلم العظيم التي يتناول أحوال 5001000 رجل (خمسمائة ألف رجل)". لقد اهتم الصحابة والتابعون بحفظ الحديث ونقله وجمعه وتنقيته من التحريف والزيادة كما تتبع علماء السنة الكذابين والوضاعين إلى أن جمع السنة بعد ذلك في كتب صحيفة ابتداء من البخاري والمسلم ومن بعد هما من العلماء.
ويدعي بعض المستشرقين أن المسلمين اهتم بسند حديث أكثر من متنه وهذا زعم باطل لأن المحدثين لا يفصلون بين السند والمتن والغالب أن السند الصحيح ينتهي إلى المتن الصحيح كما أن المتن الصحيح يأتي عن طريق السند الصحيح.
وقد اتهم بعض المستشرقين لصحابي الجليل أبا هريرة رضي الله عنه لأنه كان مكثرا في رواية الحديث مع أنه أسلم متأخرا وأن بعض الحديث التي رواها وضع هو أو وضعت باسمه.
مدارس الاستشراق والأصناف المستشرقين
لقد قسمت هذه المدارس الاستشراقية قسمين:
1 التوزيع الجغرافي كالاستشراق في فرنسي وفي انجلترا وفي ألمانية وفي إيطاليا.
2 تقسيم مدارس استشراق حسب تخصصات العلمية المختلفة كأن يتخصص عدد من المستشرقين من بلاد مختلفة بتخصص واحد كتخصص في علوم القرآن والتفسير أو تخصص في علوم الحديث أو تخصص في العقيدة الإسلامية أو في التاريخ الإسلامي أو في تشريع الاسلامي.


الاستشراق الانجليزي والفرنسي
لقد اعتمد استشراق عموما في نشأته على مدرستين الأنجليزية والفرنسية وكل أعمال المستشرقين من الجنسية الأخرى ترجمت من اللغة الأم (الأصل) إما إلى الإنجليزية أو الفرنسية أو كليهما معا. يقول إدوارد سعيد في كتابه استشراق: "ومنذ بداية القرن التاسع عشر وحتى نهاية حرب العالمية الثانية أي من 1800 – 1950 وقد سيطرت فرنسا وبريطانية على شرق والاستشراق. وبعد أن سيطرت أمريكا حرب الثانية (1945) على شرق أصبحت أمريكا تقوم بالدور التي كانت تقوم البريطانية والفرنسا".
الاستشراق الإنجليزي
الاستشراق الإنجليزي هو أول استشراق عرفته أوربا وترجع نشأته إلى طلبة العلم الانجليزي الذي كانوا يذهبون إلى أندلس صقلية ينشرون الوسطى ليتعلموا علوم العربية وكانوا عندما يرجعون إلى بلادهم ينشرون ما يجلعون من معلمومات ساعدت على ظهور الاستشراق ومن الذين أخذ العلم من الأندلس من الإنجليزي توماس براون، وروجر بيكون، وميخائيل سكوت. وهذا الأخير أصبح برع في اللغة العربية وترجمة كتب أورسطو إلى كتب لغة عربية ويرجع إلى هؤلاء الفضل بنشر علوم اللغة العربية في إنجلترا وفي بلاد الغرب.
وظهر في أول المرة منصب أستاذ في اللغة العربية في جامعتي كبردج وأكسفور واستطاع معظم المستشرقين البريطانيين زيادة شرق الأوسط وكانوا عندما يرجعون إلى بلادهم يقومون بالتدريس والترجمة والتحقيق.
وفي القرن الثامن عشر ازدهر علوم الشرقية وظهر المتشرق جورج سيل George Sale (1731) التي اهتم بالإسلام اهتماما عظيما وقام سنة 1734م بترجمة مشهورة للقرآن الكريم هي أول ترجمة الكاملة باللغة أوربية. وقد اعتمدت كل ترجمات القرآن إلى اللغة العربية بعد ذلك على ترجمت جورج سيل لمدة مائتي عام. وفي القرن التاسع عشر تطورت الدراسات العربية في الإنجلترا وأنشئت في جامعة لندن منصب أستاذا لللغة العربية، ومن مشاهير مستشرقي القرن العشرين وليم موير W. Muir 1905م له مؤلفات عن حياة رسول  وعن التاريخ الإسلامي لا تزالوا مرجعا مهما إلى اليوم. وقد بدأ استشراق الإنجليزي مركزا على دراسة اللغة العربية وآدبها ثم اهتم في القرون الأخيرة بالدراسات الإسلامي.
الاستشراق الفرنسي
ظهر هذا الاستشراق بعد عودة الفرنسيين الذين شاركو في الحروب الصليبية وقد كانت كلية فرنسا مكانا للدراسة اللغة الشرقية وقد أنشأ جيوم بوستل هذه الكلية لتكون نقطة انطلاق الاستشراق الفرنسي وفي سنة 1795م أنشئت مدرسة اللغة الحياة في بارس لإعداد السفراء والقناصر الذين يعملون في بلاد الشرق ولما تولى سلفستر دوساسي تدريس اللغة العربية والفرنسية في تلك المدرسة أصبح يذب إليها الطلاب من كل أنحاء أوربا. ومن أساتذة مدرسة للغة الشرقية بجانب سلفستر دوساسي: جوبير ريو.
وقد أدى احتلال الفرنسا في شمال أفريقيا ولسوريا ولبنان وفتح قناة السويس وجملة نابليون على مصر أدى كل هذا إلى قيام صلات بين فرنسا شرق الأدنى كما أدى احتلال فرنسا للجزائر والتونس والمغرب إلى توسيع دائرة الاستشراق وإلى عناية باللغة العربية والتعرف على الدين الإسلام وعلى حضارة العربية.
ولا ننسى دور جامعة السربون الواضح للتنشيط الدراسة الشرقية في فرنسا وبداية القرن عشرين كانت دراسة المتشرقين الفرنسيين للإسلام غير مختصة ولم يحدث هذا التخصص إلا في بداية القرن عشرين. وقد أصبح كل مستشرقين مختصا بجانب من الجوانب البحوث الإسلامية وصارت اللغة العربية يدرس في المستوى عال في جامعات بارس وليون والجزائر.
أصناف المستشرقين: متعصبون، معتدلون، منصفون.
يدخل في المتعصبون كل المستشرقين الذين كتبوا في دائرة المعارف الإسلامية، مثل: بولذريهر، وهاملتون حب، ومار جليوث، وصمويل زويمر، وماسنيون، وكاراد وقع، ودوزي، ويوسف شاخت، و ج ب ماكدونالد، ونولدكة



التنصير

التنصير هو محاولة إدخال الناس في النصرانية وإبعاد الإسلام عن مجال التبشير.
الفرق بين الاستشراق والتنصير
إن التنصير هو حلقة الأخيرة من حلقات أجنحة المكر الثلاثة التي بدأ بالاستشراق وتوسطها الاستعمار وختمها التنصير.
1 إن الاستشراق متقدمين في زمن التنصير.
2 يتفرق المتشرق بالبحوث والموضوعات الشرقية.
3 يبقى المستشرق عموما في بلده بينما ينتقل المنصر من بلد إلى آخر.
4 لا يصرح المستشرق بهدف في التنصير حتى لو كان خسيسا أما المنصر فلا يخفي دعوته إلى التنصير.
5 لا يتخذ الاستشراق مؤسسات أو معاهد التعليمية في بلاد الذي يذهب إليها ولا يهتم بالنشآت كالمستشفيات والنوادي.
أساليب التيصير
ينقسم التنصير إلى قسمين تنصير مباشرة و تنصير غير مباشرة.
- أما تنصير مباشر فهو عن طريق الوعظ العام في الأماكن العامة لتعريف الناس بالمسيح والمسيحية وبيان أن المسيحية هي من أفضل الأديان.
- أما تنصير غير مباشر فهو أسلوب المستعملة الآن ويشمل الأساليب الآتية:
1 أسلوب الطب الذي جعله المنصرون وسيلة تقاربهم من المرضى وكان طبيب المنصر يصل إلى جميع الناس عن طريق المرضى الذين يعالجهم وعن طريق استخدام النساء الطبيبات اللاتي يذهبن إلى البيوت ويتصلن بالنساء مبشرة.
2 أسلوب التعليم الذي ثبت أنه أفضل الوسيلة للتنصير وخاصة إذا كان الأمر يتعلق بأطفال بسن مباكرة.
3 وهناك جامعات تابعة للكنائس كجامعة الأمريكية في كل بيروت، وأنقرا, والقاهرة، ومعهد الفرنسي في الإسكندرية.
4 لقد تعودت السفارات الأجنبية مساعدة المنصرين الذين يقعون في المشاكل كل في البلاد التي هم فيها بجانب أن المنصرين يتجسسون لصالح دولهم بأمور السياسة والجيش.
5 التنصير الخفي وهو أن يدخل المنصرون إلى البلد من البلاد كالمواظفين أو المهندسين أو الأطباء أو المعلمين ثم يقومون في أوقات فراغهم بتوزيع الإنجيل والنشرات التي عن النصرانية.
6 التنصير الوطني وهو أن يرعى الكنائس بالبلاد أفريقيا والآسياوية أناصر وطنية بدل الشخصيات الأجنبية.
7 التنصير عن طريق الكتب والمطبوعات. والإنجيل هو أهم المطبوعات ومع كل ذلك لم تستطع هذه المطبوعات تحول المسلمين عن دينهم لكنها نجحت في تشكيك البعض في إسلامه والسبب بعدم تأثير هذه المطبوعات في المسلمين يرجع إلى ضعف ترجمات الكتب المقدس وعدم قدرتها على منافسة القرآن الكريم الذي يتميز بجمال أسلوبه وعمق معانيه.
8 التنصير عن طريق الحروب والمجاعات، فقد تعرض العالم الإسلامي إلى مصائب كثيرة تتعلق باللاجئين وبضحايا الحروب، ومن الحروب ما حدث في اللبنان، والعراق، والأفغانستان، وغيرها من بلاد المسلمين. وقد حدثت ماجاعات أصابت ملايين المسلمين ليس ما حدث في موريتانيا، وصومال، وبنجلاديش، ومناطق باكستان، وفي البوسنة، وهررق، وهذه الملايين الجائعة هي مسرح نشاط الجمعيات التنصيرية.
بعض مؤتمرات المنصرون
1 مؤتمر القاهرة 1906م
2 مؤتمر فلسطين 1935م

1 مؤتمر القاهرة 1906م
حضروا منصرون في كنائس تنصيرية من بلاد مختلفة أمريكية وإنجليزية وألمانية وهولندية وسويدية. وقد علج المؤتمر مسائل الآتية:
1 إحصاء عدد المسلمين في العالم
2 الإسلام في أفريقيا
3 الإسلام في الدولة العثمانية
4 الإسلام في الهند والبارس والملايو والصين
5 كيفية مساعدة الذين يتركون الإسلام ويتنصرون
6 شؤون المرأة المسلمة
7 معالجة السعوبات التي تمنع تنصير المسلمين
من هذه المعالجات ضرورة
1 أن يتعلم المنصرون لهجات المسلمين العامية ومخاطبتهم حسب عقولها
2 ضرورة دراسة المبشرين للقرآن
3 تأسيس الإرساليات الطبية
2 مؤتمر القدس (فلسطين) 1935م
القى فيه صمويل زوير خطبة جاء فيها إن مهمة (البسكير) ليس إدخال المسلمين إلى المسيحية بل هي إخراجهم من الإسلام وتشكيكهم فيه وهذا ما قمتم به خير قياما خلال أعوام الماضية.
بداية التنصير في بعض الدول العربية
بدايته في السودان
في عهد الحكم محمد عبد المهدي وخليفته عبد الله التعا بشير صنع التنصير في السودان ولما انهزم خليفة المهدي في معركة كرري 1898م أصبح السودان محكوما عن طريق الإنجليزي والمصريين فقررت الإدارة البريطانية صنع التنصير في شمال السودان وسمحت به في الجنوب.
التنصير في الجنوب
قسم الجنوب بين الكنائس المسيحية إلى ثلاثة مديريات وكان ذلك في سنة 1904م وهذه المديريات هي:
1 مديرية بحر الغزال وكانت من نصيب الكنيسة الإيطالية.
2 مديرية الإستوائية وكانت من نصيب الكنيسة البريطانية.
3 مديرية أعمالي النيل وكانت من نصيب الكنيسة الأمريكية.
وقد عزم جميع المنصرين في الجنوب التخلص العنصر الإسلام العربي من الجنوب والموظفين والتجار ومن كل ماله علاقة باللغة العربية بالجانب فصل الجنوب عن الشمال وجعل الجنوب لمنطقة معزولة واستطاع المنصرون تكون الجنوب على الطريقة النصرانية من حيث الثقافة الدين.
التنصير في جبال النوبة (جنوب كردفان)
كانت الكنيسة الكاتوليكية أول من دخل منطقة جبال النوبة في بداية قرن التاسع عشر لمنع انتشار الإسلام وفي بداية قرن العشرين سمحت الإدارة البريطانية للكنائس لأن تمارس التنصير في هذه المنطقة عن طريق تقديم الخدمات الصحية والتعليمية.
ولما شعرت الحكومة البريطانية لأن التنصير لم ينجح في هذه المنطقة طلب مجيئ الجمعية المسيحية من إنجلترا وسعدتها بالمال وقامت هذه الجمعية يفتح المدرسة في سلارا 1935م وتبع ذلك انتشار ثلاث مدارس أخرى في مناطق المختلفة من جبال النوبة وقد أخذ المنصرون الحروف اللاتينية بالتدريس اللغة العربية.



بداية التنصير في بعض دول الخليج
عن طريق:
1 جمعية البعثة الكنيسية التي أشمت عام 1799م يوجد منها ثلاث جمعيات كفروع لها في البحرين وتوجد جمعية واحدة في كل من عمان وأبي ظي وكانت كلها تعمل في مجال الصحة والتعليم.
2 الكنيسية الإصلاحية الأمريكية التي أسست عام 1857م وهو بروتستنتية وتعمل في الكويت والبحرين وعمان وأنشئت هذه الكنيسة مستشفى في الكويت عام 1920م.
وقد دخل صمويل زويمر البحرين عام 1890م وأنشأ أول عيادة الطبية في كل من البحرين والكويت وعمان وأنشئت هذه الكنيسة الإصلاحية المستشفى الأمريكي في البحرين عام 1902م وأنشئت أول عيادة تابعية للكنيسة في دولة القطر عام 1948م لكن دولة القطر استولت عليها بعد ثلاث سنوات من إنشأها 1951م والكنانس في دولة قطر كلها الكاتوليكية ومعظم أعضائها من الهنود الذين يصل عددهم إلى ألف وخمس مائة شخص إما في دولة الإمارات العربية المتحدة فإن العمل الكنسي ينحصر في المستشفى العين.
كيفية مواجهة الاستشراق والتنصير
للتخلص في التنصير:
1 لا بد من التبشير بالإسلام في بلاد الغرب ليعلم الغربيون عظمة الإسلام وحاجتهم إليه.
2 لا بد من صنع الأفلام وعرضها على الغربيين.
3 لا بد من إنشاء مجلات إسلامية خاصة بالأطفال.
4 تأليف الكتب والنشرة الخفيفة عن الإسلام.
5 محاربة الجهل عن طريق توسيع مجال التعليم وأسلمة مناهجه حتى تتفق مع أهداف الإسلام.
6 محاربة الفكر حتى لا يجد المنصرون فرصة لتقديم خدماتهم.
7 الاهتمام بنشاط الشباب ودور رعاية الأيتام والأرامل والمطلقات بجانب الاهتمام بالتكافل الاجتماعي.
وقد عقدت مؤتمرة إسلامية كثيرة لبحث مشاكل الدعوة ووسائلها. من هذه المؤتمرة هي مؤتمرة العالمي لتوجيه الدعوة الذي انعقد في المدينة المنورة عام 1977م وكان من توصياته:
1 تنقية مناهج التربية والتعليم وإخراجها على أسس الإسلامية مع إعادة كتابة التاريخ الإسلامي.
2 إعداد النشاط الثقافي والرياضي والاجتماعي الخاص للشباب المسلم.
3 الاهتمام بالمرأة دينيا وتربويا وثقافيا.
4 توعية القوة المسلحة توعية دينية.
5 إنشاء مساجد لكل الجامعات والمعاهد والمصانع والمؤسسات.
6 تخصيص بعض المال لنشر الدعوة الإسلامية وإعداد الدعاة والداعية إعدادا علمية.
7 إنشاء إذاعات إسلامية عالمية متخصصة.
8 اهتمام أجهزة الإعلام لرد الشبهات التي توجه إلى الإسلام.
9 قيام رابطة العالم الإسلامي بإنشاء مركز الإعلام لجمع الأخبار والمعلومات وتوزيعها على منظمات الإسلامية أولا بأول.
10 إنشاء أقسام مهنية لتدريب الطلاب للمدارس الإسلامية في أفريقيا على بعض الحرف والصناعة.
11 منع نشاط المؤسسات التنصيرية.

مدة العقيدة

الفرق الإسلامية
الموضوعات
1 الخوارج 4 القدرية 7 المعتزلة
2 الشيعة 5 الجبرية 8 الأشعرية
3 الغلاة من الخوارج والشيعة 6 المرجئة 9 الماتريدية

نشأة الفرق الإسلامية
لم يظهر الخلاف بين الصحابة رضي الله عنهم في أمر الخلافة لا في حياة الرسول  ولا في حياة أبي بكر وعمر رضي الله عنهما. وقد اختلف حول الإمامة في نصف الثاني في سن خلافة سيدنا عثمان وفي بداية خلافة سيدنا علي رضي الله عنهما في معركة صفين وعندما أوشك أنصار سيدنا علي من الغنيمة معسكر سيدنا معاوية لجأ أنصار سيدنا معاوية إلى حيلة يوقفون بها الحرب وذلك بأن وضعوا مصاحف على سلة رماح طالبين بذلك السلام. وقد اختلف أنصار سيدنا علي حول هذا السلوك ومنهم من كان يريد الاستمرار في الحرب ومنهم من مال إلى السلم عملا بقول الله تعالى :  وإن جنحوا في السلم فاجنح لها  فخرج أنصار سيدنا علي أولئك الذين كانوا يريدون الاستمرار الحرب وسموا بالخوارج أما الفريق الآخر الذين وافقوا سيدنا علي رأيه فسموا الشيعة. وبر الخوارج أن الشروط الاختيار الخليفة أن يكون عالما وعادلا. بصرف النظر لونه وجنسه، أما الشيعة فيرون أن الإمامة يجب يكون من أهل البيت بالتعيين. أما اختلاف حول العقيدة فقد كان معبد الجهني أول من جاء بالنظرية القدر ومعناها أن الإنسان هو الذي يسمح أفعاله من العدم ثم جاء بعده جهم بن صفوان بفكرة الجبر ومعناها أن الإنسان مجبر على أفعاله. لا حول ولا قوة وأن الفاعل حقيقة هو الله وبينما يحكم الخوارج على مرتكب الذنب بالكفر ظهرت الفرقة المرجعة التي تؤخر الحكم على مرتكب الكبيرة إلى يوم القيامة يحكم الله عليه بما يشاء.
لقد ذكر الشهرستاني أن رسول  أخبر بحديث  ستفترق أمتي على ثلاث وسبعين فرقة الناجية واحدة وباقون هلكى، قيل ومن الناجية؟ قال : أهل السنة والجماعة، قيل وما السنة والجماعة؟ قال : ما أنا عليه اليوم وأصحابي . وقد كان رسول الله  يكره الجدال روى أبو هريرة   خرج علينا رسول الله  ونحن فتنازع في القدر فغضب حتى احمر وجهه ثم قال : أبهذا أمرتم؟ أم بهذا أرسلت إليكم؟ إنما هلك من كان قبلكم حين تنازع في هذا الأمر عزمت عليكم أن لا تنازعوا .

الخوارج
والخوارج أسماء عدة. ويسمون بالخوارج والشراة والحرورية (حروراء) والمحكمة. ولا يحب الخوارج اسم الخوارج، واستدلوا ببعض الآيات القرآن على أن المقصود بالخوارج هو خروجهم في سبيل الله واستشهدوا في ذلك قول الله تعالى:  ومن يخرج من بيته مهاجرا إلى الله ورسوله ثم يدركه الموت فقد وقع أجره على الله . وأما الشراة فهي جمع الشارن وهو الذي يبيع نفسه في سبيل الله واستدلوا على ذلك في قول الله تعالى:  ومن الناس من يشري نفسه ابتغاء مرضاة الله . وسموا بالحرورية لأنهم بعد خروجهم من معسكر سيدنا علي ذهبوا إلى قرية حروراء بالقرب من القوفة، وأما سبب تسمياتهم بالمحكمة لأنهم رفضوا فكرة التحكيم وقالو: "لا حكم إلا لله " وقد رد عليهم سيدنا علي بقوله "هذه كلمة حق أريد بها باطل" وقد حكموا بكفر سيدنا علي لأنهم رضي بالتحكيم وطلبوا منه أن يتوب من هذا الذنب حتى يرجع إليه فرفض سيدنا علي في ذلك.
ذم الخوارج
ولقد ذم الرسول  أصول الخوارج وقد تمثل ذلك في ذي الخويصرة التميمي الذي أعطاه الرسول  نصيبه من الغنائم بعد الانتصاب من إحدى المعارق فقد رأى أنه أعطى أقل من ما يستحق فجذب الرسول  من ثيابه بالشدة وقال له: "يا محمد اعدل فإنك لم تعدل" فرد عليه الرسول  : "إن لم أعدل فمن يعدل" وقال  في شئنه ذي الخويصرة:  سيخرج من ضئضئ هذا الرجل قوم يمرقون من الدين كما يمرق السهم من الرمية .

المبادئ العامة للخوارج: (خمسة)
1 إنكار التحكيم.
2 يحكمون بكفر مرتكب الكبيرة، لأن إيمان عندهم جزء لا يتجزى والستدلوا على ذلك اسدلالا خطأ لقول الله تعالى:  ولله على الناس حج البيت من امتطاع إليه سبيلا ومن كفر فإن الله غني عن العالمين  ومعنى كفر عندهم ترك الحج وقاسوا على ذلك ترك بقية الفرائض أو ارتكاب الذنوب.
3 يحكمون بكفر من يخالفهم في الرأي ويبيحون قتاله وقتله.
4 يرون عدم شرعية حكم بنى أمية.
5 يرون أن كل مسلم عالم عادل يصلح أن يكون خليفة للمسلمين بصرف النظر عن لونه وجنسه وقبيلته.
من فرق الخوارج المارقة (ما عدا الإباضية)
1 الأزارقة أتباع نافع بن الأزرق
2 النجدات أصحاب نجدة بن عامر الحنفي
3 الصقرية جماعة عبد الله بن صقار
4 الإباضية أصحاب عبد الله بن إباض
ولا يعترف الإباضية بنسبائهم إلى عبد الله بن إباض ويرون أن مئسس فرقتهم هو جابر بن زيد وهو أستاذ أبي عبيدة مسلم بن أبي كريمة. وبعد أن توفى جابر خلفه على رئاسة الحزب أبو عبيدة مسلم بن أبي كريمة. وقد خلف الربيع بن حبيب أبا عبيدة. والربيع بن حبيب من دولة عمان ويعترف الإباضية المعاصرون بأنه يجمع بينهم وبين الخوارج بعض المبادئ مثل:
1 عدم شرعية حكم بني أمية
2 وإنكار التحكيم
مبادئ الإباضية
1 لا يرون دار مخالفتهم دار حرب
2 لا يحكمون بكفر من يخالفهم في الرأي
3 لا يجيزون قتال من لم يقاتلهم ولا يبيحون أحذ أموال من يقاتلهم ولا قتل نسائهم وأطفالهم
4 لا يعدون الخروج على الإمام في فرضا لازما
5 يجيزون الزواج من مخالفهم وموارثتهم وقبول شهادتهم
والإباضية هم أكثر فرق الخوارج اعتدالا وقريبا من أهل السنة والجماعة
أماكن وجود الإباضية
1 تونس (جزيرة جربة)
2 ليبيا (جبل نفوسة)
3 الجزائر والمغرب
4 دولة عمان
5 جزيرة زنجبار

الشيعة
تعني كلمة شيعة في اللغة الصحب والأتباع. قال تعالى:  فاستغاثة من شيعته على الذين من عدوه ... .
أما معنى الشيعة في الاصطلاح فيقصد به جماعة معينة ترى أن الإمامة هو ركن الدين وذهبت هذه الجماعة إلى أن الرسول  هو الذي اختار سيدنا عليا ليكون خليفة له ثم تكون الخلافة من بعده في ذرياته.
بداية الشيعة
هناك من يرى أن التشيع ظهر بعد معركة صفين مباشرة حين بقية أنصاره سيدنا علي معه فسموا شيعة.
وهناك من يرى أن التشيع ظهر بعد المعركة الفاصلة بين أنصار سيدنا حسين بن علي وسيدنا يزيد بن معاوية وهي موقعت كربلاء حيث كان النصر فيها لمعسكر يزيد بن معاوية
وهناك رأي الثالث يرى أن التشيع بدأ بعد موت سيدنا علي وظهر على يد عبد الله بن سبأ اليهودي الذي قال: إن سيدنا عليا لم يمت بل رفعه الله إليه كما رفع سيدنا عيسى من قبل.
الشيعة الإمامية الاثنا عشرية
سموا إمامية لأنهم جعلوا إمامة قضيتهم الأساسية ويسمون كذالك الرافضة. وهناك الشيعة إسماعيلية وهم غير مسلمين وفي النظر بقية الشيعة وأهل السنة والجماعة. فقد اعتمد الشيعة اثنا عشرية على الحديث الذي رواه البخاري والآخرون وهو يحدد عدد الأئمة اثني عشر خليفة ونص الحديث إن هذا الأمر لا ينقضى حتى يمضي فيهم اثنا عشر خليفة.
1 علي بن أبي طالب
2 الحسن
3 الحسين
4 علي (زين العابدين)
5 محمد (الباقر)
6 جعفر (الصادق) ← الإسماعيلية
7 موسى (الكاظم)
8 على (الرضى)
9 محمد (الجوار)
10 علي (الهادي)
11 الحسن العسكري
12 محمد المهدي
ويتفق الشيعة إسماعيلية مع اثني عشرية في إمام السادس وهو جعفر الصادق ويختلفون معهم بقية الأئمة.
مبادئ العامة للشيعة
1 العمامة
2 عصمة الأئمة
3 الرجعة
4 ولاية الفقيه
5 التقية
6 المهدي المنتظر
1 الإمامة
هي الركن السادس من أركان الإسلام عندهم وهي منصب إلهي كالنبوة غير أن الإمام لايوحى إليه ويرون أن من لا إمامة له يشبه ضالا وإن مات على هذه الحال مات ميتة جاهلية، ولا يشتركون كون في الإمام مباشرة حب. وإمام في نظرهم سخص غير عاد لذلك تجب طاعته. وقد اجتمد الشيعة على الحديث الذي روى الترمذي جزء منه وهو  من كنت مولاه فعلي مولاه، اللهم وآل من والاه، وعاد من عاداه . وقد اعتمدوا على هذا الحديث على أن الرسول  جعل سيدنا عليا خليفة له مع أن حديث لا يدل على ذلك بل يدل على محبة الرسول  لسيدنا علي. وقد انتقد الإمام بن تيمية الشيعة لاعتمادهم على الحديث الموضوعة والضعيفة في تأييد نظريتهم.
2 عصمة الأئمة
أي أن الأئمة معصومون لا يخطؤون في كبيرة ولا صغيرة لكن بعض الشيعة المعاصرين أكد أن أئمتهم كغيرهم من البشر.
3 الرجعة
أي رجعة الإمام بعد غيابه فهو عند بعضهم مازال حيا وهنا من يرى يحيى بعد موته وقد ظهر فكرة الرجعة على يد عبد الله بن سبأ اليودي. ويعتقد كل الشيعة في الرجعة ماعدا الزيدية ويرى الشيعة المتأخرون أن الرجعة تعني رجوع الدولة إلى حكم الشريعة.




عقيدة غلاة الشيعة (الباطنية)
1 يثبتون وجود الله إلا أنهم يجردونهم من كل صفة ويرون أنه لم يخلق الأشياء خلقا مباشرا
2 يرون أن للقرآن ظاهرا وباطنا وأن أئمتهم وحدهم هم الذين يعلمون تأويل الباطل
3 يبطلون العقيدة الإسلامية وأحكام الشريعة فليست عندهم صلاة ولا زكاة ولا صوم ولا حج

1 السبئية
أتباع عبد الله بن سبأ اليهود الذي وصف سيدنا عليا أنه إله وأن فيه جزء إلهية لم يقع عليه الموت وأن هذا الجزء ينتقل في أئمة بعد سيدنا علي من طريق التناسخ (Reinkarnasi).
2 المغيرية
أصحاب المغيرة بن سعيد ادعى نبوة وزعم أنه يحيي الموت وأن محمد الباقر إله ولما علم بذلك محمد الباقر لعنه وتبرع من أصحاب.
3 المختارية (الكيسانية)
نسبة إلى مختار بن أبي عبيد الثقفي وهي حركة منحرفة تولد عنها الكثير من الحركات الباطنية. وقد جاء المختار بنظرية البداء ومعناها أن الله تعالى يغير ما يريد تبعا لتغير علم والله تعالى قد يريد شيئا ثم يتركه ويأمر بخلافة ويستدل على هذه النظرية بقول الله تعالى:  يمكر الله ما يشاء ويثبت وعنده أم الكتاب  ولما ادعى المختار هذه الدعوة فارقته الشيعة المعتدلة.
4 الإسماعيلية
الإسماعيلية اليمن إنها أول الحركة إسماعيلية ظهرت في اليمن حيث استطاع الحسن بين الحوشب الملقب بمنصور اليمن. وجواب استطاع يتظاهر بالتقوى والورع واستخدم الكثير من الحيل لكسب ثقة الناس وبعد أن قويت شوكته ظهر على حقيقته فأحل الحرام وأبطل الشريعة وأرسل مجموعة من الدعاة لنشر دعوته شمال أفريقيا وكان ذلك بداية الدولة فاطمية التي تأسست عام 267ه على يد عبيد الله المهدي لذلك يسمون العبيدية ثم انتقل الفاطميون إلى الشرق ودخلت جيوشهم المصر بقيادة المعز للدين الله الفاطمي وبقيادة جوهر السقلي والمعز للدين الله هو الذي بنى القاهرة وبنى الأزهر ليكون مركزا لنشر دعوة الإسماعيلية.
الإسماعيلية البحرين
في وقت ظهور إسماعيلية اليمن ظهرت حركة إسماعيلية أخرى في البحرين وهي حركة القرامطة نسبة إلى حمدا قرسط الذي يسكن في الكوفة ومؤسس هذه الفرقة وحددت هذه الحركة الخلافة العباسية أواخر القرن الثالث الهجري وأسس القرامطة دولة في البحرين بقيادة طاهر سليمان الجنابي وهزموا جيوش الخلافة العباسية عدة مرات.
ثم انقسمت إسماعيلية بعد ذلك إلى فرقتين: إسماعيلية المغرب وإسماعيلية المشرق بالنزارية نسبة إلى نزار الابن الأكبر للمتنصر بالله.
الإسماعيلية الأغاخانية
ظهر في إيران سنة 1219 من الهجرة رجل شيعيون اسمه حسن علي شاه حدد الأمن الإيران كثيرا وقام بثورة عام 1830م بمساعدة إنجليزي لكنه فشل في ذلك وقبض عليه وبعد أن أطلق ذهب إلى الهند وجعل مدينة بومباي مدينة مقرا لهم وأصبح إيماما لطائفة إسماعيلية النزارية ولقب بأغاخان وكان هناك أغاخان الأول والثاني أما الثالث فهو محمد شاه الحسيني الذي عرفت به الأغاخانية وعرف بها توفي سنة 1957م وكان يتظهر بحبه للإسلام وبحرسه على مساعدة المسلمين فقد شارك في تأسيس الرابطة الإسلامية في الهند سنة 1907م. كما ساعد في إنشاء جامعة عليكرة الإسلامية 1910م ومع كل ذلك فإن عقيدته كانت باطنية فاسدة وقد كانت شيء الخلق أبطل الشريعة وكانت حياته الخاصة بين لعب الميسر وسباق الخيل وأماكن اللهو ومع ذلك يرى أتباعه أنه من نسل (ذرية) سيدة فاطمة وأنه معصوم من الخطأ. وقد اتخذ أتباعه إلها ففرح بذلك وقال: "إذا كان الهنود يعبدون البقرة ألست خيرا من البقرة" وقيل وفاته أوصى بالإمامة من بعده لحفيده كريم خان ويدفع أتباع الأغاخانية من أغنياء العالم ومركز قيادتهم في كرتسي في الباكستانية وينتصر أتباعهم في كينيا وتنزانيا ومدغسكر والهند وباكستان وكنجو وتوجد أقليات منهم في سوريا ولبنان ويصل عددهم إلى بضع عشرين مليون. البيانية والبامية والبهائية والأحمادية والدور والنصرية والعلوية (شام) والجمهورية (سودان).
القددرية
هم جماعة معبد الجهني الذي قال إن الإنسان له القدرة تامة على خلق أفعاله من العدم وقد قال الرسول  عنهم:  القدرية مجوس هذه الأمة إذا مرضوا فلا تعودهم وإذا ماتو فلا تشهدوهم  وقد ورد عن معبد الجهني قوله "لا قدر والأمر أنف" أي أن الله تعالى لا يعلم الأشياء إلا بعد وجودها. وقد وصفه المؤرخ الذهبي بأنه بعود صدوق لكنه سنة سنة سيئة لأنه أول من تكلم في القدر. بهذه الصورة قتله الحجاج بن يوسف 80 من الهجرة لزندقته وتبعه في هذه المقالة عيلان الدمشقى 128ه وقد اختفت هذه القرية الآن بعد أن تحولت مقالاتها إلا المعتزلة.

الجبرية
أساس نظرية الجبر أن الإنسان مجبر على أفعاله وأن الله تعالى هو الفاعل حقيقة وتنصب أفعال إلى الإنسان أو إلى الجماد أو على سبيل المجاز فيقال مثلا مات محمد ونجح إبراهيم وجر من الماء فسقط الحجر. فالإنسان عندهم كالريشة معلقة في الهواء يحركها رياح أن تشاء واحتمد الجبرية في نظريتهم على بعض آيات القرآن مثل قول الله تعالى:  والله خلقكم وما تعملون  وقوله تعالى:  والله خالق كل شيء  وللجبرية مبادئ أخرى غير نظرية الجبر فهذه المبادئ هي:
1 التأويل العقلي للآيات المتشابهة
2 فناء الخلدين (الجنة والنار) أي يأتي زمان تفنى فيه الجنة والنار بمن فيها والنار أسرع ما زوال
3 ينكرون عذب القبر ومنكرا ونكيرا وشفاعة
4 الإيمان عندهم معرفة الله بالقلب فقط
5 تجب المعرفة عندهم بالعقل
6 ينكرون رئية الله في الآخرة بالبصر
7 يرونه أنه لا يجوز أن يوصف الله بصفة يتصف بها خلقه نفوا عن الله الحياة والعلم وأثبتوا له أنه قادر وفاعل وخالق بأن العباد لا يتصفون بهذه صفة الأخيرة
ثم ذاب الجبرية والقدرية بغيرهما من المذاهب كمذهب المعتزلة فيما بعد.

المرجئة
الإرجاء لغة هو التأخير. جاء في القرآن قول الله تعالى:  قالوا أرجه وأخاه . ومن مبادئهم:
1 أنهم لا يحكمون على مرتكب الكبيرة بأي حكم ويتركون أمره إلى الآخرة يحكم الله فيما به من يشاء
2 يرون أنه لا تضر مع الإيمان معصية كما لا ينفع مع الكفر الطاعة
3 يرون أن الإيمان هو تصديق بالقلب فقط ولا يحتاج الإنسان معه إلى العمل

المعتزلة
نشأة المعتزلة
يقال: دخل رجل على حسن البصري في مجلسه في مسجد البصرة وقال له: يا إمام الدين، ظهر في زماننا جماعة يكفرون صاحب الكبيرة وهم الخوارج وجماعة يرجؤون على حكم صاحب الكبيرة ويقولون: لا يضر مع الإيمان معصية كما لا ينفع مع الكفر الطاعة وهم المرجئة. وقبل أن يجيب الحسن البصري على سؤال السائل تصدى واصل بن عطاء للإيجابة وقال: أنا لا أقول إنا صاحب الكبير مؤمن مطلقا ولا كافر مطلقا بل هو في منزلة بين منزلتين لا مؤمن ولا كافر، ثم اعتزل واصل هل قتل حسن البصري. فقال حسن: اعتزلنا واصل فسمي هو وأصحابه بالمعتزلة. وواصل هو مؤسس فرقة المعتزلة ويسمى معتزلة كذلك الجهمية لأنهم أخذوا كثيرا من مبادئ جهم بن صفوان ولذلك سماهم الإمام أحمد بن حنبل بالجهمية في كتابه "الرد على الجهمية"، ويسمون كذلك "أهل العدل والتوحيد" لأن هذا من مبادئهم ويسمون كذلك "بالمعطلة" لأنهم أثبتوا بعض صفات ثم عطلوها عن معناها. ويسمون "بنفاة الصفات" لأنهم نفوا عن الله تعالى الصفات التي يتصف بها البشر كسمع والبصر والكلام وأثبتوا العلم والقدرة والحياة لأن البشر لا يتصفون بذلك ويسمون كذلك لاقدرية لأنهم أخذوا بمبادئ القدرية وأن الإنسان له كامل القدرة على خلق أفعاله عن العدم.
مبادئ المعتزلة
1 التوحيد
2 العدل
3 الوعد والوعيد
4 المنزلة بين المنزتين
5 الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر
1 التوحيد
يقصدون به تنزيه الله تعالى مطلق عن مشابهة مخلوق فالله عندهم ليس كمثله شيء وليس بجسم ولا شبه ولا صورة ولا لحم ولا دم إلى آخر ذلك. صفات الله تعالى عندهم:
1 صفات ذات
هي التي يصف الله بها ولا يصف بضدها ويثبتون له منها
2 صفات أفعال
هي التي يصف الله بها وبضدها كصفة الرازق والمجئ والرحيم
3 صفات متشابهة (خبرية)
وكلها هذه صفات ذات أفعال عندهم حادثة لو كانت القدرية لعدى ذلك إلى تعدد القدماء وتعدد القدماء يعدى إلى تعدد آلهة (حسب رأيهم). ويثبت المعتزلة الوصف لله وينكرون الصفة ويقولون الله عالم دون العلم وقادر دون قدرة فهو عالم بذاته وقادر بذاته لا يعلم وقدرة زائدة على ذاته ولو كانت الصفات زائدة على ذات لكان هناك صفة وموصوف وهذا حال الأجسام.
- الصفات المتشابهة (الخبرية) عند المعتزلة
يؤول المعتزلة الصفات المتشابهة سعيا وراء التنزيه لله تعالى: وصفات المتشابهة هي التي تثبت لله الأعضاء والحركة وقد اعتمدوا التأويل بناء على أن اللغة العربية تقبل ذلك لأن فيها المجاز ولاكناية والاستعارة وقد بالغ المعتزلة بهذا التأويل حتى أخرجوه أحيانا من حدوده، وقد يصدق هذا التأويل أحيانا وقد لا يصدق. فمن تأويلهم ببعض الصفات المتشابهة فقد أولوا اليد بالقدرة والقوة لقول الله تعالى:  يد الله فوق أيديهم  وأولوا قول الله تعالى:  يد الله مغلولة بالبخل  وأولوا قول الله تعالى:  ويبقى وجه ربك  قالوا: أن المراد بالوجه هنا هو ذات الله وأولوا قول الله تعالى:  تجري بأعيننا  أي بعنايتنا ورعايتنا.
- موقف السلف من الصفات المتشابهة
لا يؤول السلف هذه الصفات ويثبتون منها ما أثبته الله لنفسه أو أثبته الرسول  ويقولون: إن هذه الأعضاء التي وردت لله تعالى يثبتها له كما جائت وهي ليس كأعضائنا الله أعلم بحقيقتها. وقد ثبت عن الإمام مالك وهو من السلف عندما سئل عن الاستواء الله تعالى على العرش، قوله "الاستواء معلوم والكيف مجهول وسؤال عنه بدعة".
- إرادة الله تعالى وأمره
عند المعتزلة إذا أراد الله أمرا فإنه يحبه ويرضاه ويأمر به فما لا يريده فإنه لا يحبه ولا عرضاه قال تعالى:  إن الله لا يأبى لفحشاء  قال تعالى:  ولا يرضا بعباده كفر  قال تعالى:  والله لا يحب الفساد  ومعنى ذلك أن المعتزلة قد شاؤوا بين الإرادة والأمر والمحبة فكلما أراد الله لا بد أن يأمربه ويرغب فيه والمعتزلة يرون أن الله لا يريد كل ما يقع في الكون من الكفر والفسق والمعصية وبناء على ذلك يرون أن الله قد يشاء أمرا ولا يكون. وقد يكون ما لا يريده.
مثال:
1 أن الله قدشاء إيمانا كافر وأمربه مع ذلك لم يقع هذا الإيمان
2 فالله لم يرد كفر الكافر ولم يأمر به ومع ذلكك حدث.
وكثير من أنواع الكفر والمعاصي لم يره الله ولم يأمر بها لأن الإرادة عندهم صفة تخصيص (تخطيط / وليس صفة إيجاد).


- رؤية الله تعالى
ينكرون رؤية الله في الآخرة بالبصر لأن الرؤية لابد فيها من الجهة والجسم والضوء اللون وهذه مجال في حق الله تعالى، واعتمدوا في ذلك على بعض الآيات القرآن مثل قول الله تعالى: لا تدرك الأبصار وهو يدرك الأبصار ومع قول الله تعالى لموسى:  لن تراني ولكن انظر إلى الجبل فإن استقر مكانه فسوف تراني  فإن لن عندهم تفيد تأبيد النفي كما أنهم يستحل استفرار الجبل وأولوا الآيات التي تفيد الرؤية مثل قول الله تعالى:  وجوه يومئذ ناظرة إلى ربها ناظرة  فناظرة عندهم بمعنى منتظر ثواب الله. ولا يعتمد المعتزلة على حديث الآحد في إثبات العقيدة كالحديث الذي رواه قيس بن حازم  سترون ربكم يوم القيامة كما ترون هذا . والخلاصة أن الرؤية عندهم القلبية أي علم بذات الله تعالى.
- كلام الله
يرى المعتزلة أن كلام الله ليس قديما إذ له كان قديما لشارك الله في الإلهية والله عندهم يخلق الكلام في لوح المحفوظ أو في جبريل أو في رسل أي أنه يخلقه في بعض الأجسام من حيث يسمع ويفهم القرآن مخلوق حادث لم يكن ثم كان فهو عبارة عن أمر ونهي ووعد ووعيد وهذه الأوامر والنواهي تقتضي وجود المعمور والنهي فلا يصح مثلا  أقيموا الصلاة  دون وجود من يقيمها في الأزل فكلام الله حادث لأنه حال في أجسام ويستشهد (يستدل) المعتزلة ببعض الآيات القرآن على كون قرآن مخلوقا من ذلك قول الله تعالى:  إن جعلناه قرآنا عربيا  قالوا: كل ما جعله الله فقد خلقه كما أنهم يرون أن القرآن نزل في وقت محدد وكل ما اقترن بالزمان فهو حادث مخلوق.
ومما استدلو به على حدوث في القرآن أن القرآن يتصف بصفات مخلوقات فهو يتجزى ويتبعد كما أنه مركب من حروف وأصوات وقالوا: إن كلام الله إلى الرسل في سابقين ليس على درجة واحدة وكلام إلى سيدنا إبراهيم غير كلامه إلى سيدنا موسى غير كلام إلى سيدنا محمد ولو كان كلام الله قديما لجاء كله في صورة واحدة.
ونفي المعتزلة أن يكون الله التكلم بالقرآن أو بغيره فقالوا: إن الله يخلق الكلام في الأجسام وهو لم يكلم سيدنا موسى لكنه خلق الكلام في شجرة وسمعه سيدنا موسى.
2 العدل
هو تنزيه الله تعالى عن الظلم أو هو وضح الأشياء في موضعها. فأفعال الله تعالى كلها حسنة والله تعالى لا يفعل القبيحة ولا يريده ولا يحبه قال تعالى: والله لا يحب الفساد. ولا يرضا لعباده الكفر.
ويستدل المعتزلة بدليل عقلي على أن الله لا يريد القبيح قالوا: إن الله عالم بقبح القبيح مستغن عنه ومن كان هذا حالة فإنه لا يختار القبيح.
أ أفعال الله
- الحسن القبيح
العقل عندهم هو الذي يحكم بحسن الفعل وقبحه ومعرفة الإنسان بحسن الفعل أو قبحه تكون سببا إلى فعله ومعرفة بقبحه تكون داعيا إلى تركه.
- لطف الله تعالى
المقصود به عناية الله ورعايته وكل ما يوصل الإنسان إلى الطاعة ويبعده عن معصيته والله عندهم لا يفعل فعلا إلا لحكمة أو غاية. ومن لطف الله على الإنسان:
1 أنه أعطاه العدل لتجنب الشر والمعصية
2 وأرسل له رسل ليفعل الطاعات ويترك المعاصي
وعند المعتزلة فإن أفعال الله تعالى كلها عدل ولطف كالمرض والصحة والفقر والغناء كلها من مظاهر حكمته ولطفه والله لا يفعل فعلا إلا يجلب منفعة أو دفع مضرة.
- الصلاح والأصلاح
أساس هذه النظرية أنه إذا وجد أمران للمسلم أحدهما حسن والآخر أحسن وأصلحوا فيجب على الله فعل الأحسن وصحيب هذه النظرية هو إبراهيم النطام الذي أخدها من الفكر اليوناني وعبارته في ذلك إن الله تعالى إذا علم أن فعل شيء أصلح من تركه وجب عليه فعله والله تعالى لا يقدر أن يفعل في عباده في الدنيا ما ليس فيه صلاحه وليس في مقدور الله تعالى أن نخرج أحدا من أهل الجنة.
وينقسم المعتزلة إلى قسمين: معتزلة البصرة وهم ظهروا أولا ويرون أن الأصلح يكون في أمور الدين فقط أما معتزلة بغداد فيرون أن الأصلح يكون في أمور الدنيا والدين.
- من معتزلة البصرة واصل بن عطاء، إبراهيم النظام، أبو الهزيل العلاف، أو علي الجبائي وابنه أبو هاشم.
- من معتزلة البغداد: جعفر بن مشر، جعفر بن حرب، وأبو الحسين الخياط، والقاضي عبد الجبار.
ب فعل العباد
يقول القاضي عبد الجبار (من العلماء المعتزلة) اتفقوا أهل العدل على أن أفعال العباد حادثة من جهتهم وأن الله أقذرهم عليها ولا فاعل لها سواهم فالإنسان عندهم حر في اختيار فعله لأنه ليس من العدل أن يجبر الله الإنسان ثم يحاسبه.
وقد استدل المعتزلة بأدلة سمعية وعقلية على هذا الاختيار.
فمن الأدلة السمعية قول الله تعالى:  ما ترى في خلق الرحمن من تفاوت  ومنه قوله تعالى:  صنع الله الذي أتقن كل شيء  وقوله تعالى:  اعملوا ما شئتم  وقوله تعالى:  ومن شاء فليؤمن ومن شاء فليكفر  وقوله تعالى:  من عمل صالحا فلنفسه ومن أساء فعليها  وقوله تعالى: إن الله لا يغير ما بقوم حتى يغيروا ما بأنفسهم.
ومن أدلتهم العلقلية:
1 لو أراد الله الظلم والفساد لكان ظالما تعالى الله عن ذلك
2 لو كان الكافر مجبرا على كفره لكان تكليفه بالإيمان تكليفا بما لا يطاع لا يكلف الله نفسا إلا وسعها
3 إذا كان الإنسان مجبرا على فعله ولا فائدة من إرسال الرسل
4 لو كان الله هو الذي خلق أفعال العباد فإن العباد لا يستحقون شكرا من الله فقد ثبت أن الله تعالى شكر المؤمنين والمتقين والعابدين
3 الوعد والعيد
أن الله لا يخلق وعده للمطيعين بالثواب ووعيده للعاصين بالعقاب ولا يجوز عندهم العفو عن المعصية إلا بالتوبة ورد المظالم إلى أهلها ولا يعترفون بالشفاعة والاستغفار والدعاء بعد الموت.

4 المنزلة بين المنزلتين
أن مرتكب كبيرة ليس مومنا ولا كافرا بل هو في منزلة بين منزلتين ويرى بعضهم أن مرتكب كبيرة خالد في النار إذا مات من غير توبة إذ ليس في الآخرة إلا فريقان فريق في الجنة وفريق في السعير لكنهم يرون أن مرتكب كبيرة خفف عنهم العذاب وهو أحسن درجة من الكافر.
5 الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر
لقد اهتم المعتزلة بالأخلاق لذلك حاربوا الزنادقة والفسقة والأمر بالمعروف عندهم فرض كفاية يقوم به من بقوم به من يفرق بين المعروف والمنكر بالشرط أن لا يؤدي ذلك إلى ضرر أكبر منهم أما النهي عن المنكر ففرض عين.
الفرق التي تأثرت بالمعتزلة (الإباضية والزنادقة)
يشير الإباضية على طريقة المعتزلة بالصفات الله وتأويل المتشابه منها ونفوا رؤية الله في الدنيا والآخرة وفسروا النظر بمعنى الانتظار ولكنهم خالف المعتزلة ببعض الأمور والله عندهم يخلق الخير والشر والعقل لا يوجب شيئا من الدين بل الشرع هو الذي يوجب ذلك أما الزيدية فسبب ارتباطهم للمعتزلة وأن زيد بن علي كان تلميذا واصل بن عطاء والزيدية المتأخرون في كل شيء لكن بعض الزيدية المعاصرين يرفضون منهج المعتزلة، يقول د. أحمد محمود صبحي: "إن الزيدية لا يشرف إشرافا معتزلة".
ملاحظة على منهج المعتزلة
1 يتميز منهج المعتزلة لأنه يعتمد على العقل واللغة ويفسرون القرآن تفسيرا عقليا ولا يهتمون بحديث رسول .
2 اهتموا بتنزيه الله تعالى وبتأويل المتشابه من القرآن.
لابن تيمية منهج في الحكم على أصحاب البدع يقول في ذلك إذا كان موضوع العقيدة الذي أمامنا قطعية ثبوت الدلالة ويجب الإيمان به أما إذا لم يكن قطعية ثبوت الدلالة فلا يجب الإيمان به وعلى الأساس حدث الخلاف بين الفرق الإسلام.


الاشعرية
الأشعري هو أبو الحسن علي بن إسماعيل 260 - 324ه درس الأشعري الفقه الشافعي على أبي إسحاق المروزي وتعلم علم الكلام على أبي علي الجبائي واستمر على مذهب الاعتزال مدة ثلاثين عاما. ويعد المدة إذا ساورته بعض الشكوك والاضطراب أو لا صحت منهج المعتزلة. روى بن عساكر في كتابه تبيين كذب المفتري أن السبب تحول الأشعري عن مذهب المعتزلة هو ما حكاه الأشعري عن نفسه حين قال: وقع في صدري في بعض ليالي شيء مما كنت فيه من العقائد فكنت وصليت ركعتين وسألت الله أن يهديني صراط المستعقيم ونمت فرأيت رسول الله  في المنام فشكوت إليه بعض ما فييا من الأمر فقال لي: عليك بسنة وذكر السبكي في كتابه (طبقات الشافعية). أن الأشعري غاب عن الناس خمسة عشر يوما ثم خرج إلى جميع البصرة فصعد المنبار بعد صلاة الجمعة وقال: يا معشر الناس إنما تغيرت عنكم هذه المدة لأني نظرت فتكافأت لدى الأدلة ولم يترجح لدى شيء فاستهدت الله فهداني إلى اعتقاد ما أو دعته في كتب هذه وانخلعت من جميع ما كنت أعتقد كما أنخلع من ثوبي هذا وانخلع من ثوب كان عليه ورمى به على المصلين ودفع الكتب التي ألفها على مذهب أهل السنة والجماعة إلى الناس وكان من ضمنها كتاب اللمع في الرد على أهل الزيغ والبدع.
بعد أن ترك الأشعري مذهب الاعتزال سار على مذهب عبد الله سعيد بن كلاب وهو مذهب وسط بين المعتزلة والسلف ثم ترك مذهب بن كلاب أيضا واتخذ مذهب السلف في العقيدة وللأشعري كتاب يسمى الإبانة في أصول الديانة بين في مقدمته أنه يسير في على مذهب السلف وبين في هذه المقدمة احترامه الشديد للإمام أحمد بن حنبل. قال في هذه المقدمة قولنا الذي نقول به: وديانتنا التي ندينا فيها التمسك بكتاب الله عز وجل وبسنة نبينا محمد  وما روى من الصحابة والتابعين وأئمة الحديث ونحن بذلك معتصمون وبما قال به أبو عبد الله أحمد بن حنبل - نضر الله وجهه ورفع مثوبته – لأنه الإمام الفاضل ورئيس الكامل.


- صفات الله تعالى
لقد قسم الأشعري صفات الله تعالى إلى قسمين:
1 صفات ذات
2 صفات أفعال
وتعريف صفات ذات وأفعال هو تعريفهما نفسه عند المعتزلة
1 صفات ذات هي الإرادة، العلم، القدرة، الحياة، السمع، البصر، السلام وتسمى أيضا صفات المعاني وهي عزلية القديمة.
2 صفات أفعال هي الرزاق، المحيي الميت، الغفور، المنتقم وهي حادثة عنده لتعلق هذه الحادث والأشعري يثبت الله الصفة والوصف، مثال الوصف كونه مريدا، عالما، قادرا، حيا، سميعا، بصيرا، متكلما.
- إرادة الله تعالى
الله عند الأشعري فعال لما يريد وله الإرادة المطلقة وهو يريد الخير والشر ويريد الكفر والإيمان ولا يكون في مراد مالا يريده لأنه لو وجد ذلك فإنه يلزمه منه السهو والغفلة والعجز والضعف واستدلوا ذلك بقول الله تعالى: وما تشاؤون إلا تشاء الله فكل من الخير والشر يحتاج إلى الإرادة ويرى الأشعري أن الله إذا كان لا يريد الشر وإبليس يريده فالإرادة إبليس تكون إذن أقوى من إرادة الله.
- الجهة لله
يثبت الأشعري وجود الجهة لله وأن الله موجود في جهة العليا في السماء واستدل على ذلك ببعض الآيات القرآن والحديث قال تعالى: الرحمن على العرش استوى ومنه قول الله تعالى: إليه يصعد كلمة طيب وقال تعالى: أأمنتم من في السماء أن يخشف بكم الأرض كما استدل ببعض الحديث كحديث ارحموا من في الأرض يرحمكم ما في السماء وكحديث ينزل ربنا كل ليلة إلى سماء الدنيا وقد اتفق الأشعرى في ذلك مع السلف يرى الأشعري أن الحسن هو ما حسنه الشرع والقبيح ما قبحه الشرع ولا عمل للعقل للتقبيح والتحسين.

- الصلاح والأصلاح
يرفض الأشعري هذه الفكرة ويرى أن الله لا يجب عليه شيء وهو لا يسأل عن ما يفعل.
- رؤية الله
يرى الأشعري جواز رؤية الله تعالى يوم القيامة بالبصر واستدل على ذلك بقول الله تعالى: للذين أحسنوا الحسن والزيادة ويرى أن هذه الزيادة هي النظر إلى وجه الله الكريم واستدل على ذلك أيضا بقول الله تعالى: وجوه يومئذ ناظرة إلى ربها ناظرة وبقوله تعالى: لا تدرك الأبصار أي في الدنيا وبقول الله تعالى: لن تراني أي في الدنيا واستدل بدليل عقلي على إمكان الرؤية وهو أن الله موجود وكل موجود يمكن أن يرى ويرى أن الرؤية لو كانت مستحلة ما طلب سيدنا موسى ويرى أن لن لا تفيد تعبيد النفي واستدل أيضا على ذلك بحديث ترون ربكم يوم القيامة كما ترون ليلة القمر.
- كلام الله
يرى الأشعري أن كل حي متكلم وأن الله تعالى متكلم بكلام قديم يدل على قدم كلام الله بقوله تعالى: قل لو كان البحر مدادا لكلمات ربي لنفد البحر يرى الأشعري أنه ما داما كلام الله لا يناها فهو عزلي قديم. ويرى أن معنى قول الله تعالى: ما يأتيهم من ذكر ربهم محدث أن مقصود بذكر هنا هو حديث الرسول . أما الأشعري فيرون أن القرآن وجد أولا في لوح المحفوظ وهو الكلام النفس وهو قديم وهناك الكلام اللفظي المكتوب في المصاحف والمحفوظ في الصدور فهو حادث. أما عند السلف فإن كلام الله بلفظه ومعناه عزلي قديم.
- كشب الأشعرى
يرى الأشعر أن الله هو الذي خلق أفعال العباد واستدل على ذلك بآيات من القرآن منها قول الله تعالى: والله خلقكم وما تعملون وقوله تعالى: الله خالق كل شيء وجاء بدليل عقلي على أن الله هو خالق الأفعال قال: إن وجدنا الكافر يجهد نفسه ليكون الكفر حسنا ولكن يأتي الأمر بخالق قصده كما أن المؤمن يحاول أن يكون إيمانه غير متعب وغير مؤلم ويجيء الأمر بخلاف ما يتوقع وخلاصة هذا الدليل أنه لو كان الإنسان هو خالق أفعاله لأتت على نحو ما يشتهي ولما كانت أفعاله لا يأتي حسب قصده دل هذا على أن هناك فاعلا حقيقيا غير الإنسان هو الله.
ويقسم الأشعري فعل الإنسان إلى اضطراري واختياري. فاضطراري هو من فعل الله أما اختياري فهو من كسب الإنسان ويعرف الأشعري الكسب أنه اقتران قدرة العبد بفعل الله أي أن يقع شيء بقدرة محدثة فيكون كسبا لمن وقع بقدرته من الناس فإذا أراد الإنسان الفعل واستعد له خلق الله له في هذه اللحظة قدرة على الفعل مخلوقة من الله ومكتسبا من الإنسان.
- تكليف الإنسان ما لا يطاق
يرى الأشعري جواز ذلك واستدل عليه بقول الله تعالى: ربنا لا تحملنا ما لا طاقة لنابه فهو يرى أنه لو لم يكن لتكليف بما لا يطاع جائزا ما طلب تكليف من الله ولم ينتبه الأشعري إلى قول الله تعالى: لا يكلف الله نفسا إلا وسعها.
- سبب انتشار مذهبه (الأشعري)
1 أنه يجمع بين النقلي والعقلي ولا يعطي قيمة مطلقة للعقلي
2 نشأة المذهب في بغداد مركز العلم والثقافة في ذلك الوقت
3 وجود العلماء الكبار في المذهب كأبي حامد الغزالي ومحمد المهدي بن توفرت وأبي بكر الباقلاني وإمام الحرمين الجويني وفخر الدين الرازي والشهرستاني
4 ظهر الحركة العلمية الواسعة التي أسسها وزير نظام الملك صاحب مدرسة نظامة
5 زوال فكرة المعتزلة وما نتج عنه من فرغ
6 تحانف الصوفية مع الأشعرية فأصبح كثير من الصوفية أشعريين
- أهم كتبه
1 الإبانة في أصول الديانة
2 اللمع في الرد على أهل الزيغ والبدع
3 مقالات الإسلامية
4 استحسان الخوض في علم الكلام
5 رسالة إلى أهل الثخر
يسير الأشعري في كتاب الإبانة على منهج السلف وقد ذكر فيه العقيدة كما جاء بها القرآن والسنة ويرى أهل السنة والجماعة أنه مات على مذهبهم وأن كتاب الإبانة جاء بعد كتاب اللمع ويرى بن عساكر هذا رئيي بينما يرى الأشعرية إن كتاب اللمع يعبر عن عقيدته الوسيطية وأنه يجمع بين العقلي والنقلي وأنه جاء الإبانة بعد وسخه.

مذهب الماتريدية
هو أبو منصور محمد بن محمود 333ه ولد في قرية ماتريد من قرى سمرقند. وهو حنفي في الفقه والعقيدة كان ذا ثقافة واسعة ومتنوعة ومع ذلك كان مجهولا إلى الأسباب الآتية:
1. لبعده عن العراق المركز الإسلامي عزات
2. صعوبة أسلوبه من كتاب كتاب التوحيد
الموسوعات التي اتفقوا فيها مع المعتزلة
1. أنه قسم صفات الله تعالى إلى ثلاثة: صفة ذات، وصفة أفعال، وصفة متشابه. ويرى أنه لا بد من الجمع بين التشبيه والتنزيه لأن النفي المطلق عن المشابهة يؤدي إلى تعطيل كما أن الإثبات يؤدي إلى تشبيه، وهو يؤول بعض بصفات المتشابهة كالوجه واليد والعين لأن ظاهرها يفيد التجسيم لا يميل كثيرا إلى التأويل بل يفضل التفويض أي التفويض معناها إلى الله تعالى
2. وينكر الجهة بالنسبة الله تعالى وهو يرى أن الله ليس في مكان معين
3. يرى أن الله لا يكلف الإنسان بما لا يطيق
4. يرى أن الحسن والقبح كان عن طريق العقل لكن الموجيب حقيقة هو الله بل ماتريدي يعطي للعقل مكانة دون مكانة المعتزلة وأعلى من مكانة الأشعري وينفرد الماتريدي بأنه جمع صفات الأفعال كلها في صفة واحدة سماها صفة التكوين ويسير على طريقة السلف لأن صفاة الذات والأفعال كلها قديمة


الموضوعات التي اتفق فيها مع الأشعري
1. يرى جواز رؤية الله تعالى بالبصر يوم القيامة ويستدل على ذلك بالآيات نفسها التي استدل بها الأشعري
2. فيما يتعلق بكلام الله تعالى فإنه يقسمه إلى قسمين نفسي ولفظي. فالنفسي قديم واللفظي حادث وهذا على طريقة الأشعرية لكن يوافق المعتزلة لأن كلام الله لا يسمع إلا بواسطة
3. يوافق الأشعري لأن الله هو خالق الأفعال الإنسان واستدل على ذلك بقول الله تعالى: وأسروا قولكم أو اجهروا به إنه عليم بذات الصدور فالله عنده هو خالق السر والجهر أي الفعل
واستدل كذلك بأدلة عقليه على أن الله هو خالق الفعل. من هذه الأدلة:
1. الله مالك لكل شيء
2. لوكان الإنسان قادرا على خلق فعله لكان عظم قدرة من الله
3. الله قادر على خلق أفعال العباد لأنه أقدرهم عليها
4. يوجب الله علينا شكره ولو لم يكن خالق لفعله لحمد على ما لم يفعل
الخلاصة
فإن الأراء الماتريدي والأشعري قريبا من بعضها كان الماتريدي مستقلة الفكر غير متعصب لمنهج معين وظهر نشاطه في شرق العراق بينما كان نشاط الأشعري في العراق والمصر والشام.