Hakikat Hijrah Yaitu Hijrah Dari Maksiat Pada Allah Kepada Menta'atiNya...Ingatlah, Bahwa Maksiat Yang Paling Besar Adalah Syirik, Dan Keta'atan Yang Paling Agung adalah Bertauhid Pada Allah 'Azza Wajalla...Maka Oleh Karena Itu Bertauhidlah Kepada Allah Semata Dan Jauhilah Segala Bentuk Kesyirikan DAURAH QUBRA SEPUTAR 143 Permasalahan Puasa Dan I'tikaf Kontak Person: 085237021944

Jadwal Shalat

Radio Jihad On Line Perhatikan Waktu Shalatmu Saudaraku...Jika Waktu Shalat Tiba, Cari masjid Yang Terdekat Dengan Anda..Tunaikan Segera dan Jangan Di Tunda-tunda!!!
Tampilkan postingan dengan label Fiqih. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiqih. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 September 2015

Sepuluh Permasalahan Seputar Qodho' Puasa

1.   Apa itu qodho’, fidiyah dan kaffarat?
Ketiga istilah ini harus kita pahami agar tidak bingung ketika menemukannya dalam buku ini atau buku-buku yang lain serta ketika mendengarkan diungkapkan oleh dari orang lain:
1.   Qadha` adalah berpuasa di hari lain di luar bulan Ramadhan sebagai pengganti dari tidak berpuasa pada bulan itu, seperti wanita yang mendapatkan haidh dan nifas, orang sakit, wanita yang menyusui dan hamil karena alasan kekhawatiran pada diri sendiri, bepergian (musafir), Orang yang batal puasanya karena suatu sebab seperti muntah, keluar mani secara sengaja, dan semua yangmembatalkan puasa.
2.   Fidyah adalah memberi makan kepada satu orang fakir miskin sebagai ganti dari tidak berpuasa. Fidyah itu berbentuk memberi makan sebesar satu mud , seperti : Orang yang sakit dan secara umum ditetapkan sulit untuk sembuh lagi, Orang tua atau lemah yang sudah tidak kuat lagi berpuasa,  Wanita yang hamil dan menyusui apabila ketika tidak puasa mengakhawatirkan anak yang dikandung atau disusuinya itu, Orang yang meninggalkan kewajiban meng-qadha` puasa Ramadhan tanpa uzur syar`i hingga Ramadhan tahun berikutnya telah menjelang. Mereka wajib mengqadha`nya sekaligus membayar fidyah.
3.   Kaffarah adalah tebusan yang wajib dilakukan karena melanggar kehormatan bulan Ramadhan. Seperti : Orang yang jima’disiang hari bulan Ramadhan.

2.   Hukum Mengqodho’ Puasa Ramadhon
Adapun hukum mengqadha puasa ramadhan adalah wajib. Dan harus diganti sebanyak hari yang ditinggalkan, Allah subuhanahu wata'ala berfirman:
فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ وَعَلَى الَّذِينَ يُطِيقُونَهُ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَهُ وَأَنْ تَصُومُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: “Maka barangsiapa di antara kalian menderita sakit atau dalam safar ada rukhsah (keringanan) baginya untuk berbuka dan wajib atasnya untuk mengqadhanya di hari-hari lain (di luar bulan Ramadhan).” (Al-Baqarah: 184).
Karena puasa adalah kewajiban kita pada Allah. Jika kita tinggalkan maka berarti kita telah utang kepada Allah, maka membayar utang terhadap Allah itu lebih utama dibanding membayar utang kepada sesama. Berdasarkan sabda Rasulullah Shollallahu Alaihi Wasallam:
وَحَدَّثَنِى أَحْمَدُ بْنُ عُمَرَ الْوَكِيعِىُّ حَدَّثَنَا حُسَيْنُ بْنُ عَلِىٍّ عَنْ زَائِدَةَ عَنْ سُلَيْمَانَ عَنْ مُسْلِمٍ الْبَطِينِ عَنْ سَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ - رضى الله عنهما - قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّى مَاتَتْ وَعَلَيْهَا صَوْمُ شَهْرٍ أَفَأَقْضِيهِ عَنْهَا فَقَالَ « لَوْ كَانَ عَلَى أُمِّكَ دَيْنٌ أَكُنْتَ قَاضِيَهُ عَنْهَا ». قَالَ نَعَمْ. قَالَ « فَدَيْنُ اللَّهِ أَحَقُّ أَنْ يُقْضَى ».
Artinya: Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhumaa : Datang seseorang pada Nabi Shollallahu 'Alaihi Wasallam dan berkata : Wahai Rasulullah (Shollallahu 'Alaihi Wasallam), Sungguh ibuku wafat dan ia mempunyai hutang puasa satu bulan, apakah aku membayarnya untuknya?, Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam menjawab : kalau seandainya ibumu memiliki utang (kepada manusia) apakah kamu akan membayarnya? Laki-laki itu menjawab: “Betul, Rasulullah Shollallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: " Dan Hutang pada Allah Subuhanahu Wata'ala lebih berhak untuk ditunaikan” (H.R Muslim no 2750)

Jumat, 13 Maret 2015

KEUTAMAAN SHAFF PERTAMA DALAM SHALAT


KEUTAMAAN SHAFF  PERTAMA DALAM SHALAT

Adapun keutamaan shoff  pertama dalam sholat  adalah sebagai berikut:
1.      Allah dan malaikatNya akan sholawat untuk orang yang berada dishoff  pertama, Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda:
 وَعَن الْبَراء بن عَازِب رَضِيَ اللَّهُ عَنْهما قَالَ : كَانَ رَسُول الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ يَتَخَلَّل الصَّفّ من نَاحيَة إِلَى نَاحيَة ، يمسح صدورنا ومناكبنا ، وَيَقُول : " لَا تختلفوا فتختلف قُلُوبكُمْ " وَكَانَ يَقُول : " إِن الله وَمَلَائِكَته يصلونَ عَلَى الصُّفُوف الأول " رَوَاهُ أَبُو دَاوُد بِإِسْنَاد حسن
Artinya: Dari al-Barra bin Azib radliyallahu anhu berkata, Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya mengucapkan sholawat kepada shaff pertama”. [HR Abu Dawud: 664, an-Nasa’iy: II/ 89-90, Ibnu Majah: 997, 999 dan al-Hakim: 2146, 2156, 2173. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].
2.      Orang berada dishof pertama maka dia telah mengikuti cara bershoffnya para malaikat disisi rabbnya. Rasulullah Shollallahu ‘Alaihi Wasallam juga Bersabda:
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِى شَيْبَةَ وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ عَنِ الأَعْمَشِ عَنِ الْمُسَيَّبِ بْنِ رَافِعٍ عَنْ تَمِيمِ بْنِ طَرَفَةَ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ « مَا لِى أَرَاكُمْ رَافِعِى أَيْدِيكُمْ كَأَنَّهَا أَذْنَابُ خَيْلٍ شُمْسٍ اسْكُنُوا فِى الصَّلاَةِ ». قَالَ ثُمَّ خَرَجَ عَلَيْنَا فَرَآنَا حَلَقًا فَقَالَ « مَا لِى أَرَاكُمْ عِزِينَ ». قَالَ ثُمَّ خَرَجَ عَلَيْنَا فَقَالَ « أَلاَ تَصُفُّونَ كَمَا تَصُفُّ الْمَلاَئِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا ». فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ تَصُفُّ الْمَلاَئِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا قَالَ « يُتِمُّونَ الصُّفُوفَ الأُوَلَ وَيَتَرَاصُّونَ فِى الصَّفِّ ».
Artinya: Dari Jabir bin Samurah radliyallahu anhuma berkata, Rosulullah Shallallahu alaihi wa sallam pernah keluar menemui kami lalu bersabda: “Tidakkah kalian bershaff (berbaris) sebagaimana bershaffnya para malaikat di sisi Rabb mereka?”. Kami bertanya, “Wahai Rosulullah bagaimana caranya para malaikat itu bershaff di sisi Rabb mereka?”. Beliau menjawab, “Yaitu mereka menyempurnakan shaff-shaff pertama dan rapat di dalam shaff”. [HR Muslim: 430 dan Abu Dawud: 661. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: Shahih].

Minggu, 21 April 2013

PENJELASAN SEPUTAR DIKLAT JENAZAH

 PENJELASAN SEPUTAR DIKLAT JENAZAH

Apabila seseorang telah dipastikkan meninggalnya, maka lakukan langkah-langkah dibawah ini :
                       1.  Hendaklah kita ucapkan : "innalillahi wa inna ilaihi roji’un”
  1. Tukarkan pakaian mayat dan bersihkan  kotoran yang  keluar dari duburnya.
  2. Rapatkan kedua belah matanya.